Jejak Pelarian Frans Antony Berakhir, Tangan Kanan Gembong Narkoba Fredy Pratama Tiba di Bareskrim
Jumat, 19 Jun 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Upaya pelarian panjang Frans Antony, salah satu sosok kunci di balik imperium gelap Fredy Pratama, akhirnya menemui titik buntu. Buronan yang paling dicari oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ini berhasil diringkus di Malaysia dan kini telah menginjakkan kaki kembali di tanah air untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan pada Jumat (19/6/2026), suasana tegang menyelimuti gedung Bareskrim Polri saat Frans tiba sekitar pukul 15.35 WIB. Dengan pengawalan super ketat dari aparat bersenjata, pria yang diduga kuat sebagai pengatur lalu lintas keuangan bisnis haram ini tampak tak berdaya. Mengenakan kemeja hitam dan celana abu-abu, Frans hanya bisa menunduk dalam dengan kedua tangan terikat borgol besi.
Tidak sendiri, Frans diboyong dari negeri jiran bersama sang istri. Sejak turun dari mobil hingga memasuki gedung pemeriksaan, kebisuan menyelimuti pasangan ini. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka meski puluhan kamera awak media menyorot tajam ke arah mereka. Kehadiran Frans menjadi sinyal kuat bahwa kepolisian mulai mempreteli satu per satu pilar penyokong jaringan Fredy Pratama.
Siapa sebenarnya Frans Antony? Ia bukanlah sekadar anak buah biasa. Penyelidikan mengungkap bahwa Frans adalah sahabat karib Fredy sejak masa SMA di Kalimantan Selatan. Hubungan emosional yang panjang inilah yang membuatnya dipercaya memegang peran vital sebagai bendahara atau pengendali keuangan dalam sindikat internasional tersebut.
“Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama. Dia adalah orang terdekat Fredy, bahkan mereka pernah menempuh pendidikan di SMA yang sama di Kalsel,” ungkap Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, saat memberikan keterangan kepada media.
Eko menambahkan bahwa detail mengenai kronologi penangkapan serta pendalaman peran Frans dalam mendistribusikan aliran dana narkoba akan dipaparkan secara komprehensif dalam konferensi pers resmi sore ini. Penangkapan ini diharapkan dapat membuka tabir persembunyian sang gembong besar yang hingga kini masih menjadi misteri.
Fredy Pratama sendiri, yang dikenal dengan julukan ‘The Secret’ atau ‘The Casanova’, merupakan target operasi utama Polri. Ia disebut-sebut sebagai aktor intelektual di balik peredaran 10,2 ton sabu di Indonesia. Sejak melarikan diri ke Thailand pada 2014, Fredy terus berpindah tempat dan dikabarkan telah melakukan serangkaian operasi plastik untuk mengubah identitas fisiknya agar sulit dikenali petugas.
Koneksi Fredy pun tak main-main; ia diketahui menikahi seorang wanita asal Thailand yang ayahnya merupakan bos besar kartel narkoba di kawasan Segitiga Emas atau Golden Triangle. Kini, dengan tertangkapnya Frans Antony, ruang gerak sang gembong kelas kakap tersebut diprediksi akan semakin menyempit seiring dengan terputusnya akses keuangan utama mereka.