Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ahmad Sahroni Sentil Sikap ‘Abu-Abu’ PDIP: Jadi Oposisi Itu Lebih Gentle

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 19 Jun 2026 17:04 WIB
Ahmad Sahroni Sentil Sikap 'Abu-Abu' PDIP: Jadi Oposisi Itu Lebih Gentle

Kabarmalam.com — Dinamika perpolitikan tanah air kembali menghangat seiring dengan sentilan keras yang dilontarkan oleh Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, terhadap PDI Perjuangan (PDIP). Sahroni secara terbuka menyoroti posisi politik partai berlambang banteng tersebut yang dinilai masih samar atau ‘abu-abu’ dalam menempatkan diri terhadap pemerintahan saat ini.

Menurut pandangan Sahroni, kejujuran dalam berpolitik adalah hal yang krusial. Ia menilai bahwa mengambil langkah berani sebagai oposisi jauh lebih terhormat dan ksatria daripada bersikap tidak menentu. Sahroni menyindir sikap PDIP yang dianggapnya cenderung hanya ingin berada di barisan pendukung saat situasi sedang menguntungkan, namun berbalik menyerang ketika pemerintah menghadapi masa-masa sulit.

“PDIP jangan mau senangnya saja atuh, kala susah malah nimbrung untuk hajar pemerintah,” cetus Sahroni saat dihubungi awak media pada Jumat (19/6). Ia menambahkan bahwa kejelasan posisi sangat penting agar publik tidak merasa bingung dengan arah kebijakan partai.

Baca Juga  Sinyal Kuat Rekonsiliasi AS dan Iran: Menanti Babak Baru Stabilitas Timur Tengah

Sikap Gentle di Jalur Oposisi

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menegaskan bahwa menjadi bagian dari oposisi bukanlah hal yang buruk. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada konstituen. “Mau oposisi itu lebih gentle daripada plin-plan. Lebih baik oposisi, itu lebih gentle supaya jelas semuanya,” imbuhnya dengan nada tegas.

Tak hanya soal posisi partai, Sahroni juga menyinggung perihal berbagai isu kekisruhan yang sempat mencuat di ruang publik belakangan ini. Ia menyoroti bagaimana asumsi-asumsi liar mulai berkembang di tengah masyarakat terkait kendaraan operasional tertentu yang dikaitkan dengan aksi-aksi protes, yang menurutnya perlu segera dijawab dengan ketegasan sikap politik.

Baca Juga  Eskalasi Berdarah di Tepi Barat: Warga Palestina Tewas Ditembak Militer Israel di Kamp Jenin

Desakan dari Barisan Koalisi

Senada dengan NasDem, Ketua Fraksi PKB DPR, Jazilul Fawaid, sebelumnya juga telah menyuarakan kegelisahan serupa. Jazilul meminta agar PDIP segera mempertegas posisinya terhadap pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketidakpastian sikap bisa mengganggu konsentrasi pembangunan yang sedang digenjot pemerintah.

“Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden,” tutur Jazilul saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Senayan.

Tanggapan PDIP: Kami Penyeimbang di Luar Pemerintah

Menanggapi riuh kritikan dari rekan-rekan parlemen, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira akhirnya angkat bicara. Andreas menegaskan bahwa partainya tidak sedang bermain dua kaki. Ia menjelaskan bahwa status PDIP saat ini sudah sesuai dengan garis instruksi yang telah ditetapkan oleh pimpinan partai.

Baca Juga  Ancaman Narkotika Gaya Baru, DPR RI Dukung Penuh Usulan BNN untuk Larang Peredaran Vape

“Partai penyeimbang di luar pemerintahan,” tegas Andreas singkat saat dikonfirmasi wartawan. Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan merupakan keputusan resmi yang lahir dari kongres partai. Dengan kata lain, PDIP memilih jalur sebagai kekuatan pengontrol yang tetap berada di luar struktur kabinet demi menjaga mekanisme check and balances dalam sistem demokrasi Indonesia.

Perdebatan mengenai status ‘penyeimbang’ dan ‘oposisi’ ini tampaknya akan terus menjadi sorotan tajam dalam peta politik Indonesia ke depan, terutama dalam mengawal kebijakan-kebijakan strategis nasional yang tengah disusun oleh pemerintah.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul