Tangis dan Perlawanan Ojol di Jakarta Timur: Motor Diangkut Saat Ambil Pesanan, Dishub Jaktim Angkat Bicara
Jumat, 19 Jun 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah drama memilukan sekaligus menegangkan terekam kamera dan mendadak viral di jagat maya. Seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Jakarta Timur tampak tak berdaya saat motor yang menjadi ladang penghidupannya harus diangkut paksa oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dalam sebuah operasi penertiban.
Kejadian ini bermula ketika sang driver tengah memarkirkan kendaraannya sejenak untuk mengambil pesanan makanan pelanggan. Namun, nasib nahas menimpanya; dalam hitungan menit, petugas sudah berada di lokasi dan langsung menaikkan motor tersebut ke atas truk. Dalam video yang beredar luas, terlihat sang pengemudi memohon dengan sangat agar kendaraannya tidak dibawa, bahkan ia sampai nekat memanjat mobil angkut Dishub demi mempertahankan hartanya satu-satunya untuk mencari nafkah.
Penegakan Aturan di Tengah Dilema Kemanusiaan
Menanggapi gelombang reaksi netizen, Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, akhirnya memberikan penjelasan resmi. Ia membenarkan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan penertiban parkir liar yang digelar pada Rabu (17/6) lalu.
“Petugas di lapangan menjalankan amanah Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam operasi tersebut, kami menindak lima sepeda motor yang kedapatan parkir di atas trotoar dengan tindakan angkut jaring,” ungkap Harlem kepada tim redaksi Kabarmalam.com.
Harlem menjelaskan bahwa meskipun situasi di lapangan sempat memanas karena sang driver ojol menolak kendaraannya dibawa, petugas tetap melanjutkan proses penindakan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga keselamatan prosedural di lokasi kejadian dan menghindari risiko yang lebih besar bagi pengguna jalan lainnya.
Pendekatan Persuasif dan Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Meski tindakan tegas diambil di lokasi, Sudinhub Jakarta Timur mengklaim tetap mengedepankan sisi humanis dalam penyelesaian masalah ini. Setelah kejadian tersebut, sang pemilik motor diarahkan untuk datang langsung ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur guna memberikan klarifikasi.
“Kami sangat memahami bahwa kendaraan tersebut adalah alat utama bagi rekan-rekan pengemudi ojol untuk mencari rezeki. Oleh karena itu, setelah pengemudi yang bersangkutan datang dan diberikan edukasi, kami melayaninya sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Harlem. Sang pengemudi diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran parkir liar di masa mendatang, dan motornya pun diperbolehkan untuk dibawa pulang kembali.
Komitmen Evaluasi dan Permohonan Maaf
Menyadari bahwa tindakan petugas di lapangan menjadi sorotan publik yang cukup tajam, Harlem Simanjuntak juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul dari insiden tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan pembinaan internal agar setiap personel di lapangan dapat menjalankan tugas secara lebih profesional namun tetap persuasif.
“Ke depan, evaluasi akan terus kami lakukan agar penertiban di jalanan bisa lebih humanis tanpa mengurangi ketegasan aturan. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mematuhi aturan parkir demi ketertiban dan kenyamanan kita bersama di ruang publik,” tutupnya dalam pernyataan kepada Kabarmalam.com.