Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gema Perlawanan di Senayan: Ribuan Mahasiswa Kepung DPR dengan Simbol ‘Tritura’ dan Boneka

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 19 Jun 2026 16:34 WIB
Gema Perlawanan di Senayan: Ribuan Mahasiswa Kepung DPR dengan Simbol 'Tritura' dan Boneka

Kabarmalam.com — Gelombang warna-warni jaket almamater kembali memadati area depan Gerbang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026) sore. Kedatangan ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kampus ini menjadi potret nyata dari keresahan publik yang disuarakan melalui aksi mahasiswa di jantung ibu kota.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, massa mulai memadati lokasi secara berangsur-angsur sejak siang hari. Kelompok pertama yang mengamankan posisi di lini depan adalah massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dengan atribut khas berupa peci bernuansa hijau, hitam, dan putih, mereka membawa sebuah simbol unik yang mencuri perhatian publik: sebuah boneka menyerupai jelangkung dengan kepala berbentuk bola. Boneka tersebut ditancapkan tepat di depan gerbang parlemen, seolah menjadi pesan metaforis atas kondisi politik saat ini.

Baca Juga  Gempa Dangkal Magnitudo 3,9 Guncang Maluku Tengah, BMKG Pantau Potensi Kerusakan

Tak berselang lama, suasana semakin riuh dengan kehadiran mahasiswa dari Universitas Mercubuana yang mencolok dengan almamater merah mereka. Memasuki pukul 16.00 WIB, barisan massa dari Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul tampak bergabung dalam satu barisan panjang. Diiringi oleh dentuman suara dari mobil komando, mereka berjalan kaki dari arah Jalan Pemuda menuju titik konsentrasi massa di depan gedung wakil rakyat.

Membawa Semangat ‘Tritura’ Modern

Dalam aksi kali ini, mahasiswa tidak datang dengan tangan kosong. Massa dari Universitas Trisakti secara spesifik mengusung tajuk ‘Tritura’ atau Tiga Tuntutan Rakyat versi kontemporer. Fokus utama mereka adalah mendesak pemerintah dan legislatif untuk segera melakukan pembenahan struktural yang dianggap sudah berada di titik nadir.

Baca Juga  Pastikan Swasembada Bukan Sekadar Klaim, Habiburokhman Tinjau Kesiapan Stok Beras di Gudang Bulog

Arief Rizquna, Menteri Luar Negeri Kepresma Trisakti yang bertindak sebagai perwakilan massa, menegaskan bahwa ada tiga poin krusial yang mereka tuntut dalam demonstrasi kali ini. “Pertama, kami mendesak pemulihan ekonomi dan politik secara nasional yang benar-benar berpihak pada rakyat,” tegasnya di tengah kerumunan massa yang riuh.

Lebih lanjut, ia menyoroti masalah integritas pejabat publik yang menjadi sorotan tajam belakangan ini. “Kedua, kami menuntut pembersihan inkompetensi dari pejabat negara hari ini. Dan yang ketiga, kami ingin mengembalikan supremasi sipil sebagai pilar utama demokrasi kita,” tambah Arief dengan nada lantang di hadapan petugas keamanan.

Akibat eskalasi massa yang terus bertambah, pihak kepolisian terpaksa menutup akses jalan dari arah Semanggi menuju Slipi guna menjamin keamanan dan ketertiban. Ratusan personel kepolisian tampak bersiaga penuh di balik pagar besi dan barikade kawat berduri untuk mengawal jalannya aksi agar tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu stabilitas keamanan publik.

Baca Juga  Mengakhiri Drama Ijazah Tertahan, Basri Baco Sebut Sekolah Swasta Gratis Solusi Permanen Pendidikan Jakarta
Tentang Penulis
Husnul
Husnul