Mengakhiri Drama Ijazah Tertahan, Basri Baco Sebut Sekolah Swasta Gratis Solusi Permanen Pendidikan Jakarta
Jumat, 15 Mei 2026 02:33 WIB
Kabarmalam.com — Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggratiskan 103 sekolah swasta mendapat apresiasi hangat dari jajaran legislatif. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menilai kebijakan yang diusung oleh Gubernur Pramono Anung ini bukan sekadar program populis, melainkan jawaban konkret atas benang kusut dunia pendidikan di Ibu Kota.
Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Markas DPD Partai Golkar Jakarta, Basri Baco menegaskan bahwa akses pendidikan yang merata adalah fondasi utama bagi kesejahteraan warga. Menurutnya, mustahil bagi Jakarta untuk naik kelas jika persoalan dasar seperti tunggakan biaya sekolah masih menghantui keluarga tidak mampu.
Pendidikan Sebagai Penentu Kesejahteraan
“Di Komisi E, kami memegang teguh konsep bahwa pendidikan adalah faktor utama penentu kesejahteraan. Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan tingkat pendidikan yang mereka tempuh,” ujar Baco dengan nada optimis pada Jumat (15/5/2026).
Politisi senior dari Partai Golkar ini menambahkan bahwa ambisi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak akan pernah terwujud jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masih tertinggal. Syarat mutlak menjadi kota dunia adalah memiliki standar pendidikan yang tinggi dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Memutus Rantai Putus Sekolah dan Masalah Ijazah
Baco tidak menutup mata terhadap realitas pahit yang masih sering ditemui di lapangan. Banyak anak-anak di Jakarta terpaksa berhenti sekolah karena kendala ekonomi, atau yang lebih menyedihkan, ijazah mereka tertahan di sekolah karena orang tua tak sanggup melunasi tunggakan biaya.
“Kalau kita mau mencapai target kota global, tidak boleh ada lagi cerita anak putus sekolah. Tidak boleh ada lagi ijazah yang ditahan hanya karena masalah biaya,” ungkap Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran sekolah swasta gratis adalah solusi paling realistis saat ini.
“Saya katakan, solusinya hanya satu: sekolah swasta gratis. Tidak ada opsi lain. Tanpa kebijakan ini, masalah ijazah tertahan dan putus sekolah akan terus menghantui kita selamanya,” tegasnya.
Dukungan Politik dan Alokasi Anggaran
Terkait arah politik, Baco memastikan bahwa Partai Golkar tetap konsisten mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat. Ia menyebut Golkar memiliki ‘gen pemerintah’ yang lebih mengedepankan kolaborasi daripada oposisi demi percepatan pembangunan.
Sebagai informasi tambahan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah nyata dengan mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 253,6 miliar untuk membiayai program ini. Dana tersebut dialokasikan untuk 103 sekolah swasta yang tersebar di wilayah-wilayah strategis.
- Anggaran total: Rp 253.625.139.600
- Jumlah sasaran: 103 sekolah swasta terpilih
- Prioritas: Kelurahan yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebelumnya menjelaskan bahwa pemilihan sekolah swasta ini dilakukan melalui proses seleksi dan kriteria yang ketat. Fokus utama diberikan pada area-area yang memiliki kesenjangan akses pendidikan tinggi, guna memastikan program ini tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.