Ikuti Kami
kabarmalam.com

Konflik Tetangga di Tangerang Memanas: Aksi Siram Air Berujung Laporan Dugaan Penganiayaan

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 04 Jun 2026 00:04 WIB
Konflik Tetangga di Tangerang Memanas: Aksi Siram Air Berujung Laporan Dugaan Penganiayaan

Kabarmalam.com — Ketegangan antar tetangga di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian mulai turun tangan. Perselisihan yang dipicu oleh aksi penyiraman air ke jalanan tersebut tidak hanya memicu keresahan warga, tetapi juga berujung pada laporan dugaan penganiayaan.

Aparat dari Polsek Pasar Kemis saat ini tengah mendalami keterangan dari berbagai pihak guna mengurai benang merah peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut. Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil pihak pelapor berinisial A serta sejumlah saksi untuk dimintai klarifikasi.

Dugaan Intimidasi dan Penganiayaan di Pos RT

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, konflik tetangga ini memuncak pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Peristiwa bermula ketika A dan istrinya mendapati sejumlah warga berkumpul di pos RT melalui pantauan CCTV ponsel saat mereka sedang tidak berada di rumah. Setibanya di kediaman, situasi mendadak tegang.

Baca Juga  Pengorbanan Tanpa Batas: Kisah Haru Mantan Tentara AS Panjangkan Rambut Demi Istri yang Berjuang Melawan Kanker

A mengaku dijemput paksa oleh beberapa orang saat baru saja hendak membuka pagar rumahnya. Meski sempat menolak karena tidak adanya perangkat lingkungan resmi yang mendampingi, A mengklaim dirinya ditarik secara paksa menuju pos RT. Di tempat itulah, intimidasi verbal mulai terjadi.

“Berdasarkan pengakuan A, ia dicecar berbagai pertanyaan dan dipaksa mengakui telah menyuruh istrinya menyiramkan air ke jalan. Suasana yang kian memanas memicu cekcok mulut yang hebat,” ujar AKP Humaedi menjelaskan duduk perkara.

Keadaan semakin tak terkendali saat A mencoba merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Salah seorang warga yang tidak terima aksinya direkam diduga melakukan tindakan represif. Pukulan disebut mendarat di pelipis kiri A hingga membuat ponselnya terjatuh, yang kemudian menjadi dasar pelaporan kasus penganiayaan ke pihak berwajib.

Baca Juga  Plot Twist Mengerikan: Tuduh Gerai Teh Susu Beri Racun Merkuri, Ternyata Sang Pacar Jadi Dalang Utama

Klarifikasi Mengenai Air yang Disiramkan

Di sisi lain, publik sempat dihebohkan dengan narasi bahwa air yang disiramkan ke jalan merupakan air kotor bekas pembersihan kotoran hewan. Namun, dalam pemeriksaannya, A memberikan pembelaan bahwa air tersebut hanyalah air sabun sisa mengepel lantai rumah.

Alasan di balik penyiraman tersebut, menurut pengakuan A kepada penyidik, adalah murni untuk mengurangi debu jalanan yang masuk ke rumahnya. Namun, waktu penyiraman yang sering kali bertepatan dengan jam berangkat salat Magrib membuat warga sekitar merasa terganggu dan merasa tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap kenyamanan publik.

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Mendalam

Meski upaya mediasi sebelumnya sempat dilakukan oleh perangkat desa setempat, nampaknya jalan damai masih jauh dari kesepakatan. Beredarnya video CCTV yang memperlihatkan interaksi panas antara pemilik rumah dan warga yang pulang salat justru semakin memperkeruh suasana di dunia maya.

Baca Juga  Asa Demokrasi di Tengah Luka: Palestina Gelar Pemilu Lokal Pertama Sejak Perang 2023

“Hingga saat ini, kami masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari setiap klaim yang disampaikan, baik dari sisi pelapor maupun warga yang terlibat dalam peristiwa di Kabupaten Tangerang tersebut,” tutup AKP Humaedi.

Pihak kepolisian mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh potongan video yang beredar, sembari menunggu proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul