Ketegasan Prabowo: Bongkar Alasan Pencopotan Pimpinan BGN Demi Amankan Program Makan Bergizi
Rabu, 03 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah riuh rendah semangat ribuan penggerak gizi nasional, Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara mengenai keputusan besar di balik perombakan struktur pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam suasana penuh wibawa di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Prabowo membeberkan alasan fundamental di balik pencopotan Dadan Hindayana dan kolega dari kursi pimpinan lembaga strategis tersebut.
Berbicara dalam agenda bertajuk ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ pada Rabu (3/6/2026), Presiden menegaskan bahwa keberlanjutan makan bergizi gratis tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan individu. Di hadapan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan pengelola dapur, Prabowo mengakui bahwa mencopot pihak yang telah diberi amanah bukanlah perkara mudah, namun demi rakyat, ketegasan adalah harga mati.
Pesan Ayahanda dan Keberpihakan pada Rakyat
Dalam narasi yang menyentuh sanubari peserta, Prabowo menyitir pesan mendalam dari sang ayah, almarhum Sumitro Djojohadikusumo. Pesan itulah yang menjadi kompas moralnya saat harus mengambil keputusan sulit di tengah keraguan. “Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” kenang Prabowo dengan nada bergetar namun tegas.
Prabowo menjelaskan bahwa keputusan penggantian tersebut bukan tanpa dasar yang kuat. Berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam tata kelola program masuk ke mejanya. Baginya, integritas kepemimpinan adalah nyawa dari sebuah organisasi. Ia percaya bahwa organisasi yang sehat hanya bisa lahir dari pemimpin yang jujur dan kompeten.
Zero Tolerance: Tak Ada Ruang bagi Pencuri Uang Rakyat
Dengan sorot mata tajam, Presiden memberikan peringatan keras terhadap siapa pun yang mencoba menyentuh dana publik secara ilegal. Ia tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi praktik korupsi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada pengecualian bagi siapa pun,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Komitmen ini dibuktikan dengan langkah hukum yang cepat. Seiring dengan pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung bergerak melakukan penggeledahan di kantor BGN serta kediaman para eks pimpinan tersebut. Kini, Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyimpangan tata kelola dan langsung menjalani masa penahanan.
Garda Terdepan: Pesan untuk SPPI
Presiden menaruh harapan besar pada para lulusan SPPI sebagai garda terdepan di lapangan. Mereka diharapkan menjadi pemimpin dapur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki cinta tanah air yang mendalam. Prabowo meminta mereka untuk memperketat pengawasan dan tetap setia pada tugas mulia ini.
“Makan ini adalah pekerjaan yang mulia bagi kita semua. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, tidak sungguh-sungguh, atau tidak setia, silakan minggir. Kepentingan rakyat harus berada di atas segala kepentingan pribadi atau golongan,” pungkasnya menutup arahan dengan pesan yang sangat lugas.