Ikuti Kami
kabarmalam.com

Geger OTT Imigrasi Jakarta Barat: KPK Buru Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 03 Jun 2026 18:34 WIB
Geger OTT Imigrasi Jakarta Barat: KPK Buru Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim

Kabarmalam.com — Dinamika penegakan hukum di tanah air kembali memanas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan mengonfirmasi sedang mencari keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim. Langkah ini merupakan pengembangan serius dari rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar Kantor Imigrasi Jakarta Barat baru-baru ini.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tim penyidik di lapangan masih bergerak aktif melakukan pencarian terhadap Silmy. Meski belum merinci secara mendalam mengenai keterkaitan sang Wamen, Budi menegaskan bahwa perburuan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian peristiwa OTT KPK yang berlangsung di wilayah Jakarta Barat pada Rabu (3/6/2026).

KPK Desak Sikap Kooperatif

Pihak lembaga antirasuah pun memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang terseret dalam pusaran kasus ini agar tidak mempersulit proses hukum. “Tim masih terus melakukan pencarian. Benar, ini masih dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan di Jakbar,” ujar Budi saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Baca Juga  Strategi Digital Korlantas Polri: Menuju Indonesia Bebas ODOL di Tahun 2027

Hingga saat ini, publik masih menanti kejelasan mengenai status Silmy Karim dalam perkara ini. KPK meminta agar pihak-pihak terkait bersikap kooperatif demi kelancaran penyelidikan dugaan korupsi di sektor imigrasi tersebut.

Jejaring OTT Hingga ke Bali dan Jawa Barat

Operasi senyap yang dilakukan KPK ternyata tidak hanya terbatas di ibu kota. Informasi yang dihimpun tim redaksi menunjukkan bahwa aksi penindakan ini meluas hingga ke wilayah Jawa Barat dan Bali. Dalam operasi besar-besaran tersebut, sedikitnya belasan orang telah diamankan oleh petugas, termasuk di antaranya adalah Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Barat.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penangkapan pejabat di lingkungan imigrasi tersebut. Skandal ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dalam pengurusan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin menetap di Indonesia.

Baca Juga  Skandal 'Politik Outsourcing' Bupati Fadia Arafiq: Cara Licin Manfaatkan Nasib Pekerja demi Kekuasaan

Barang Bukti Mewah dan Respon Menimipas

Dalam penggeledahan yang dilakukan, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup mencolok. Selain dokumen-dokumen penting, penyidik menyita aset berupa mobil, sepeda motor, serta tumpukan uang tunai dalam pecahan mata uang asing dan logam mulia berupa emas. Temuan ini semakin memperkuat adanya indikasi aliran dana haram dalam birokrasi perizinan.

Di sisi lain, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyatakan bahwa dirinya telah mengetahui perihal operasi yang menjerat anak buahnya. Agus menegaskan komitmen kementeriannya untuk menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK. Ia menyatakan bahwa arah kebijakan kementerian sudah sangat jelas dalam mendukung transparansi dan pemberantasan praktik pungli maupun suap.

Baca Juga  Insiden Mencekam di Jalur Cugenang: Bus Jurusan Kampung Rambutan Alami Kecelakaan, 20 Penumpang Dilarikan ke Puskesmas

Saat ini, publik masih menunggu konferensi pers resmi dari KPK untuk mengetahui konstruksi perkara secara utuh serta kejelasan mengenai hasil pencarian terhadap Silmy Karim yang kini tengah menjadi pusat perhatian nasional.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul