Ikuti Kami
kabarmalam.com

Akselerasi Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan: Tiga Kabupaten Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 03 Jun 2026 21:34 WIB
Akselerasi Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan: Tiga Kabupaten Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen

Kabarmalam.com — Gelombang antusiasme terhadap inisiatif Sekolah Rakyat kian tak terbendung. Kabar terbaru mencatat, tiga wilayah strategis yakni Kabupaten Kepahiang, Belitung Timur, dan Bangka Tengah telah secara resmi mengajukan usulan pembangunan fasilitas pendidikan permanen tersebut. Langkah ini dipandang sebagai amunisi baru dalam upaya besar pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

Target Ambisius: Konstruksi Dimulai Oktober

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, memberikan sinyal hijau bagi ketiga daerah tersebut. Dalam pertemuan audiensi yang digelar di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Agus Jabo menekankan pentingnya pemenuhan kriteria teknis agar proses konstruksi dapat segera dipacu pada Oktober mendatang, yang menandai dimulainya tahap III pembangunan.

“Kami meminta agar kesiapan lahan segera dipastikan. Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) harus berjalan mulus agar pada Oktober nanti proyek sudah bisa running,” ujar Agus Jabo di hadapan Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, dan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

Baca Juga  Gus Ipul Gandeng Seskab Teddy Jadi Duta Sekolah Rakyat, Bidik Peningkatan Literasi Masyarakat Marjinal

Standar Ketat demi Fasilitas Berkualitas

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah telah menetapkan standar geografis dan legalitas yang ketat. Lahan yang diusulkan wajib memiliki status hukum yang jelas dan bukan merupakan kawasan produktif seperti lahan pertanian atau perkebunan.

Dari sisi teknis, kemiringan tanah tidak boleh melampaui 10 derajat guna menjamin keamanan bangunan. Selain itu, aksesibilitas menjadi kunci utama; lokasi harus terintegrasi dengan akses jalan, ketersediaan sumber air bersih, jaringan listrik, serta dipastikan berada di zona yang aman dari ancaman bencana alam.

Visi Besar di Balik Bangunan Sekolah

Agus Jabo menjelaskan bahwa program unggulan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar tentang menyediakan bangku sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini mengusung konsep pemberdayaan holistik.

  • Pendidikan Gratis: Akses penuh bagi anak-anak dari keluarga miskin.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Orang tua siswa akan diberikan pelatihan dan modal usaha.
  • Perbaikan Hunian: Rumah keluarga yang tidak layak huni akan direhabilitasi.
Baca Juga  Gus Ipul Terkesima Lihat Transformasi Siswa Sekolah Rakyat di Katingan: Modal Menuju Kemandirian Ekonomi

“Tujuan akhirnya adalah transformasi sosial. Kita ingin keluarga tersebut mandiri secara ekonomi sementara anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Progres di Tiga Wilayah Usulan

Meskipun semangat sedang membara, beberapa catatan administratif masih menjadi perhatian di lapangan:

  1. Kabupaten Kepahiang: Mengusulkan lahan seluas 7 hektare di Desa Air Sempiang. Kendala muncul karena adanya bangunan waterpark di lokasi tersebut. Wamensos menyarankan opsi antara pembongkaran bangunan lama atau pencarian lahan pengganti dengan proposal yang tetap berjalan.
  2. Kabupaten Belitung Timur: Menyediakan lahan di Kawasan Komplek Perkantoran Terpadu, Desa Padang, seluas 8,6 hektare. Berdasarkan verifikasi awal, lokasi ini dinyatakan memenuhi standar tinggi yang ditetapkan Kementerian PU.
  3. Kabupaten Bangka Tengah: Mengajukan lahan seluas 9 hektare di Kelurahan Padang Mulya. Secara kriteria lahan ini sangat ideal, namun saat ini pihak Pemkab tengah mempercepat penerbitan sertifikat tanah melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.
Baca Juga  Menilik Sejarah dan Makna Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62: Transformasi Menuju Pelayanan yang Manusiawi

Langkah progresif dari ketiga kepala daerah ini diharapkan menjadi pionir bagi daerah lain untuk turut serta menyukseskan agenda nasional dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan melalui instrumen Kemensos yang inklusif.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul