Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gus Ipul Terkesima Lihat Transformasi Siswa Sekolah Rakyat di Katingan: Modal Menuju Kemandirian Ekonomi

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 23 Mei 2026 20:04 WIB
Gus Ipul Terkesima Lihat Transformasi Siswa Sekolah Rakyat di Katingan: Modal Menuju Kemandirian Ekonomi

Kabarmalam.com — Langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya saat menyaksikan langsung perkembangan pesat para siswa di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) ini bukan sekadar seremoni biasa. Gus Ipul hadir dalam agenda Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang mengusung tema besar membangun Sumber Daya Manusia (SDM) demi mencapai kemandirian ekonomi. Bagi Gus Ipul, capaian para siswa ini merupakan pondasi kuat menjelang satu tahun implementasi pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Transformasi Karakter dan Mental Siswa

Dalam keterangannya, Gus Ipul menyoroti perubahan positif yang terpancar dari raut wajah dan sikap para siswa. Ia menilai program ini berhasil mencetak generasi yang lebih berani dan disiplin. “Kita lihat hasilnya hari ini, anak-anak Sekolah Rakyat tampak jauh lebih percaya diri. Kondisi fisik mereka membaik, lebih disiplin, dan yang paling membanggakan adalah keberanian mereka berbicara di depan publik,” ujar sang Menteri Sosial dengan nada optimis.

Baca Juga  Sinergi Strategis: Gus Ipul Ajak DEMA PTKIN Se-Indonesia Perkuat Ekosistem Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan bahwa para siswa kini semakin adaptif terhadap teknologi. Mereka tidak hanya betah belajar di kelas, tetapi juga sudah mahir mengoperasikan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari kurikulum modern yang diterapkan.

Integrasi Program: Tak Sekadar Belajar di Kelas

Salah satu keunikan dari konsep Sekolah Rakyat ini adalah sifatnya yang integratif. Program ini tidak berdiri sendiri sebagai institusi pendidikan formal semata, melainkan berkelindan dengan berbagai program prioritas Presiden lainnya. Tujuannya jelas: mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan.

“Pendidikan anak berjalan, sementara kesejahteraan keluarga tetap diprioritaskan. Misalnya, perbaikan rumah agar layak huni, pemberian bansos yang komprehensif, hingga dukungan Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). Ke depannya, produk-produk ekonomi yang dihasilkan orang tua siswa akan didorong untuk masuk ke Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Gus Ipul memaparkan skema besar pengentasan kemiskinan tersebut.

Baca Juga  Gus Ipul Pastikan BPS Sebagai Penentu Utama Penerima Bansos, Bukan Pendamping PKH

Panggung Talenta dan Budaya

Kemeriahan di Katingan memuncak saat para siswa menunjukkan bakat mereka di hadapan rombongan Kementerian Sosial. Suasana hangat terasa saat yel-yel penuh semangat menggema, disusul dengan eloknya Tari Kahanjak dan Tari Kahanjak Huang yang dibawakan dengan apik oleh Meisya Veronika dan kawan-kawan. Penampilan ini menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal.

Kejutan tidak berhenti di situ. Decak kagum muncul saat Fhirly Sandika menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris yang fasih, disusul oleh Widia Putri yang membawakan pidato dalam bahasa Arab dengan penuh percaya diri. Selain itu, ada pula simulasi pembelajaran Fisika menggunakan smartboard yang menunjukkan betapa modernnya fasilitas pendidikan di sana.

Baca Juga  Konsistensi Kawal Integritas Hukum, Bambang Soesatyo Raih Penghargaan Bergengsi KWP Awards 2026

Komitmen Daerah dan Ekspansi Program

Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif pemerintah daerah. Bupati Katingan, Saiful, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto ini. Ia berharap keberadaan sekolah ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Katingan.

Saat ini, geliat Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah terus meluas. Selain di Katingan (SRT 23), titik-titik sekolah serupa juga telah berdiri di Palangka Raya (SRD 6), Gunung Mas (SRT 54), dan Kotawaringin Timur (SRT 55). Kehadiran jajaran pejabat teras Kemensos dan pimpinan daerah dalam acara ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam membangun masa depan bangsa dari pinggiran.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul