Gus Ipul Helat Open House Sekolah Rakyat, Wujudkan Asa Pendidikan Bagi Masyarakat Prasejahtera
Rabu, 03 Jun 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Menjelang satu tahun perjalanan inspiratif program Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk melihat langsung denyut nadi pendidikan di institusi tersebut. Dalam sebuah kegiatan bertajuk ‘Open House’, Gus Ipul mengajak para calon siswa dan orang tua untuk menyelami proses pembelajaran yang dirancang khusus bagi mereka yang selama ini luput dari jangkauan sistem pendidikan formal.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian sosialisasi sebelumnya yang telah dilaksanakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Mei lalu. Kali ini, suasana hangat menyelimuti Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Jawa Barat, di mana para calon siswa (casis) beserta wali murid hadir dengan penuh antusiasme. Gus Ipul mengungkapkan bahwa momentum ini menjadi refleksi satu tahun berjalannya Sekolah Rakyat sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2025.
Visi Presiden Prabowo: Pendidikan Tanpa Ada yang Tertinggal
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah sekadar program biasa, melainkan pengejawantahan dari visi besar Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memberikan perhatian ekstra kepada keluarga yang berada di lapisan ekonomi terbawah, yang selama ini merasa terpinggirkan dari roda pembangunan nasional.
“Presiden menginginkan agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam meraih pendidikan berkualitas. Melalui sekolah ini, kita sedang menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan dari berbagai latar belakang,” ujar Gus Ipul saat berdialog dengan para orang tua siswa di Bogor.
Sistem Rekrutmen Berbasis Data dan Transparansi Mutlak
Berbeda dengan institusi pendidikan pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka loket pendaftaran. Gus Ipul menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan sistem jemput bola melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar jatuh ke tangan yang paling membutuhkan.
Ia juga memberikan peringatan keras terkait integritas proses rekrutmen. “Penjangkauan harus berbasis data murni, tidak boleh ada manipulasi atau praktik ‘titip-menitip’. Kami menjamin tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun. Semua dilakukan secara transparan demi keadilan sosial,” tegasnya dengan nada lugas.
Narasi Perubahan: Dari Jalanan Menuju Ruang Kelas
Acara open house tersebut tidak hanya berisi pidato formal, tetapi juga menampilkan bukti nyata dari keberhasilan kurikulum Sekolah Rakyat. Misfan Nazriel Faturrahman, siswa SRMA 13 Bekasi yang bertindak sebagai pemandu acara (MC), memukau hadirin dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang fasih. Misfan mengaku bahwa fasilitas dan sistem akademik di Kemensos melalui Sekolah Rakyat telah membantunya menemukan visi hidup yang lebih cerah.
Kisah emosional juga datang dari Muhammad Revaldi, seorang remaja berusia 17 tahun yang sempat memulung setelah putus sekolah di kelas 2 SD akibat himpitan ekonomi. Ayah angkatnya yang bekerja sebagai ojek dengan pendapatan tak tentu, serta kondisi ibunya yang merupakan penyandang disabilitas, sempat membuat Revaldi kehilangan harapan akan masa depan.
Namun, melalui Sekolah Rakyat, Revaldi kini memiliki kesempatan kedua. Iis Anggel, orang tua Revaldi, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan perjuangan anaknya. Ia menaruh harapan besar agar institusi ini menjadi jembatan bagi putranya untuk mengangkat derajat keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Dukungan Penuh Jajaran Kemensos
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kehadiran sejumlah pejabat teras kementerian, di antaranya Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, serta jajaran Direktur Jenderal dari berbagai unit kerja Kemensos. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kolektif pemerintah dalam mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat sebagai pilar transformasi sosial di Indonesia.
Dengan pendekatan yang humanis dan kurikulum yang inklusif, Sekolah Rakyat di bawah komando Gus Ipul diharapkan terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk bersaing di kancah nasional maupun internasional.