Potret Haru dan Bangga Gus Ipul Lihat Transformasi Siswa Sekolah Rakyat di Pati
Jumat, 15 Mei 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Senyum sumringah terpancar dari wajah Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat menyaksikan langsung transformasi positif para siswa Sekolah Rakyat di Pati, Jawa Tengah. Setelah menempuh perjalanan pendidikan selama hampir dua semester, tunas-tunas muda ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa, tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.
Dalam suasana penuh kehangatan pada acara ‘Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat’ di Sentra Margo Laras Pati, Jumat (15/5), Gus Ipul tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, program ini telah berhasil menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Prestasi dan Kepercayaan Diri yang Tumbuh Pesat
“Secara umum, Alhamdulillah, semua berjalan dengan sangat baik. Ada catatan prestasi yang membanggakan, anak-anak kini jauh lebih nyaman, fisik mereka semakin sehat, dan yang terpenting, mereka mampu mengikuti kurikulum pendidikan karakter yang telah dijadwalkan dengan disiplin,” ungkap Gus Ipul dengan nada optimis.
Bukti nyata dari keberhasilan ini terlihat saat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati tampil di atas panggung. Tanpa rasa canggung, mereka memukau hadirin dengan berbagai bakat, mulai dari sorakan yel-yel yang penuh energi, pidato dalam bahasa Inggris dan Arab, harmoni paduan suara, hingga pembacaan puisi yang menyentuh hati. Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kesejahteraan sosial yang dimulai dari bangku sekolah adalah kunci perubahan masa depan.
Kisah Haru di Balik Perjuangan Orang Tua
Di sela-sela acara, Gus Ipul menyempatkan diri berdialog dengan para orang tua, salah satunya Siti Jamaatik. Sebagai seorang janda yang berjuang sendirian menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai perawat lansia (caregiver), Siti mencurahkan rasa syukurnya. Dengan upah Rp1,5 juta per bulan, menyekolahkan anak di institusi berkualitas awalnya terasa seperti mimpi yang jauh.
“Saya merasa sangat bersyukur, Pak. Anak saya, Hidayatul Afifah, bisa sekolah di sini. Selain fasilitasnya yang sangat baik, saya melihat perubahan sikapnya yang menjadi jauh lebih sopan kepada siapa saja,” tutur Siti dengan mata berkaca-kaca. Pengakuan ini menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar soal angka di rapor, melainkan pembentukan etika dan moral siswa.
Membangun Masa Depan Melalui Fasilitas Permanen
Gus Ipul menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak berhenti pada program jangka pendek. Saat ini, pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Pati telah mencapai progres di atas 50 persen. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat peradaban baru yang mampu menampung hingga seribu siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Fasilitas yang disediakan pun tidak main-main, mencakup asrama bagi siswa dan guru, laboratorium modern, perpustakaan, hingga sarana olahraga yang lengkap. “Ini adalah persembahan nyata dari Bapak Presiden Prabowo untuk keluarga yang secara ekonomi berada di garis Desil 1 (DTSEN), agar anak-anak mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” tambah Gus Ipul.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, mengaku sangat terharu melihat antusiasme warga. Ia mengapresiasi langkah cepat Kemensos dalam menyediakan akses pendidikan yang produktif bagi warga kurang mampu di wilayahnya.
“Melihat teman-teman di Desil 1 sekarang bisa bersekolah di tempat yang luar biasa dan sangat produktif adalah sebuah kebanggaan bagi kami di Pati. Terima kasih karena telah membuka jalan bagi mereka untuk menggapai cita-cita,” pungkas Ardhi.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran penting lainnya, termasuk Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Sentra Margo Laras Bambang Tri Hartono, serta Kepala SRMP 12 Pati Wulan Fitriyani, yang semuanya berkomitmen untuk terus mengawal kemajuan Sekolah Rakyat di masa mendatang.