Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mensos Gus Ipul Pastikan Dana Bansos Tetap Aman: Jangan Terkecoh Hoaks dan Penipuan di Media Sosial

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 25 Apr 2026 20:34 WIB
Mensos Gus Ipul Pastikan Dana Bansos Tetap Aman: Jangan Terkecoh Hoaks dan Penipuan di Media Sosial

Kabarmalam.com — Di tengah riuhnya arus informasi di jagat maya, isu seputar penyaluran bantuan sosial seringkali menjadi sasaran empuk penyebaran kabar burung yang tidak bertanggung jawab. Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih selektif dan waspada terhadap narasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

Gus Ipul menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam menjaga jaring pengaman sosial tetap solid. Ia memastikan tidak ada kebijakan untuk memangkas nominal bantuan maupun mengurangi jumlah penerima manfaat yang telah terdata. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas maraknya isu yang menyebutkan adanya pengalihan anggaran bantuan sosial (bansos) ke program lain, yang memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menepis Rumor Pemotongan dan Pengalihan Anggaran

Menurut Gus Ipul, informasi keliru yang beredar belakangan ini sudah masuk dalam tahap yang mengkhawatirkan. Selain isu pemotongan bantuan, terdapat pula klaim-klaim palsu mengenai cara-cara tidak resmi untuk mendapatkan bansos yang justru menjebak masyarakat ke dalam praktik penipuan digital.

Baca Juga  Gus Ipul Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Tasikmalaya, Targetkan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

“Banyak sekali berita hoaks yang berseliweran di media sosial. Ini sangat menyesatkan dan berpotensi merugikan masyarakat luas,” ungkap Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026). Ia menambahkan bahwa Kementerian Sosial tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum bagi pihak-pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu tersebut.

Ia kembali mempertegas struktur kebijakan saat ini: “Yang benar adalah bansos tidak akan dikurangi sedikitpun, baik dari sisi jumlah penerimanya maupun nominal yang menjadi hak masyarakat. Tidak ada skema pengalihan anggaran bansos untuk kepentingan program lain,” tegasnya.

Waspadai Modus Penipuan Berkedok Bansos

Gus Ipul juga menyoroti maraknya akun-akun media sosial bodong yang mencatut nama Kemensos atau lembaga pemerintah lainnya. Akun-akun tersebut biasanya menjanjikan bantuan instan dengan syarat tertentu yang tidak masuk akal, seperti meminta data pribadi yang sensitif atau biaya administrasi tertentu.

Baca Juga  Gus Ipul Gandeng Seskab Teddy Jadi Duta Sekolah Rakyat, Bidik Peningkatan Literasi Masyarakat Marjinal

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi sebelum memercayai informasi yang diterima. Gus Ipul mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur oleh tautan-tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat maupun media sosial.

“Jika Anda menerima informasi mencurigakan terkait bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi jika diminta mengirimkan data pribadi, mentransfer sejumlah uang, atau mengeklik tautan yang tidak jelas asalnya,” imbaunya dengan sungguh-sungguh untuk mencegah penyebaran berita hoaks.

Akses Informasi Resmi dan Layanan Pengaduan

Untuk memastikan transparansi, Kementerian Sosial telah menyediakan berbagai kanal resmi yang bisa diakses oleh masyarakat setiap saat. Gus Ipul mendorong warga untuk proaktif bertanya langsung kepada petugas atau melalui layanan digital yang sudah tersedia jika menemukan kejanggalan di lapangan.

Baca Juga  Mengawal RUU Perampasan Aset: Mahasiswa Hukum Ingatkan DPR Hindari Regulasi yang Tergesa-gesa

Berikut adalah kanal resmi yang dapat dihubungi oleh masyarakat:

  • Call Center: 021 171
  • WhatsApp Resmi: 08877 171 171
  • Situs Resmi: kemsos.go.id

Melalui kanal-kanal tersebut, masyarakat bisa menanyakan segala hal terkait program Gus Ipul di Kemensos, mulai dari bantuan reguler hingga program Sekolah Rakyat. “Silakan manfaatkan layanan ini. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks atau ada hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menghubungi kami,” tambahnya.

Sebagai penutup, Gus Ipul menekankan bahwa kewaspadaan kolektif adalah kunci agar program perlindungan sosial tepat sasaran. Negara, menurutnya, hadir untuk memastikan bahwa setiap bantuan sampai ke tangan mereka yang berhak tanpa ada gangguan dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi. Bansos adalah hak masyarakat prasejahtera yang harus dijaga bersama integritas penyalurannya.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul