SMAN 2 Katingan Kuala Jawara LCC Empat Pilar Kalteng, Siap Gebrak Panggung Nasional
Minggu, 14 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Dominasi SMAN 2 Katingan Kuala di kancah regional kembali terbukti nyata. Sekolah menengah asal Kabupaten Katingan ini sukses menyabet gelar Juara I dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2026. Kemenangan gemilang ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai wakil tunggal Bumi Tambun Bungai untuk bertarung di putaran final tingkat nasional di Jakarta.
Bertempat di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, persaingan berlangsung sengit. SMAN 2 Katingan Kuala berhasil mengumpulkan poin tertinggi di babak final, mengungguli rival kuatnya, MAN Barito Utara yang harus puas di posisi kedua, serta SMAN 1 Pangkalan Bun di urutan ketiga. Pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sekolah tersebut karena berhasil mempertahankan status juara bertahan dari tahun sebelumnya.
Misi Balas Dendam di Level Nasional
Meski sukses merajai tingkat provinsi, perjalanan SMAN 2 Katingan Kuala masih panjang. Pada tahun lalu, langkah mereka terhenti di babak penyisihan tingkat nasional. Oleh karena itu, keberhasilan kali ini membawa misi evaluasi dan ambisi yang lebih besar untuk membawa pulang piala ke Kalimantan Tengah.
Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi prestasi sekolah ini. Namun, ia mengingatkan agar para siswa tidak lekas berpuas diri. “Di Jakarta nanti, atmosfernya akan berbeda. Mereka akan berhadapan dengan jawara dari 37 provinsi lainnya. Persiapan harus jauh lebih matang dan intensitas belajar perlu ditingkatkan,” pesan Siti Fauziah dalam keterangan resminya.
Membangun Karakter Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih dari sekadar perebutan piala, ajang lomba cerdas cermat ini merupakan instrumen penting dalam menyemai nilai-nilai kebangsaan. Siti menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi utama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global dan disrupsi digital.
“Kita sedang menyiapkan calon pemimpin bangsa untuk Indonesia Emas 2045. Mereka harus memiliki karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tak tergoyahkan,” tambahnya. Menurutnya, pemahaman literasi digital yang baik juga diperlukan agar para siswa tidak mudah terpengaruh dampak negatif teknologi informasi.
Fokus pada Mentalitas dan Kepercayaan Diri
Indah Fitriani, guru pendamping SMAN 2 Katingan Kuala, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar anak didiknya bukan lagi pada penguasaan materi, melainkan pada aspek mental. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, ia menilai kepercayaan diri adalah kunci utama kemenangan di panggung besar.
“Secara intelektual, kemampuan anak-anak kami sangat mumpuni. Tantangan kami sekarang adalah bagaimana membangun kepercayaan diri mereka agar tidak gentar saat berhadapan dengan sekolah-sekolah besar dari seluruh Indonesia di Jakarta nanti,” ujar Indah optimis.
Perlombaan yang diikuti oleh sembilan sekolah terbaik se-Kalteng ini melibatkan dewan juri berkompeten dari kalangan akademisi dan pengawas pendidikan, di antaranya Dr. Rusnanie, Dr. Rudi Hasan, dan Dr. Ady Ferdian Noor. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok lainnya bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi siswa di tingkat tertinggi.