Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Terungkap: Mashhad Menjadi Peristirahatan Terakhir Sang Pemimpin Iran

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 13 Jun 2026 19:34 WIB
Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Terungkap: Mashhad Menjadi Peristirahatan Terakhir Sang Pemimpin Iran

Kabarmalam.com — Setelah sempat tertunda akibat eskalasi konflik yang memanas, teka-teki mengenai waktu peristirahatan terakhir mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya terjawab. Tokoh sentral Republik Islam tersebut dijadwalkan akan dimakamkan pada 9 Juli mendatang, menyusul wafatnya beliau dalam serangan udara yang melibatkan kekuatan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari televisi pemerintah Iran, prosesi pemakaman ini akan menjadi sebuah narasi penghormatan panjang yang melintasi beberapa kota penting. Sebelum menuju peristirahatan abadi, rangkaian upacara kenegaraan akan dimulai di ibu kota Teheran pada 4 Juli. Estafet duka kemudian berlanjut ke kota suci Qom pada 7 Juli, sebelum akhirnya jenazah diterbangkan ke kota kelahirannya di timur laut Iran, yakni kota suci Mashhad, untuk dimakamkan secara resmi.

Baca Juga  Kebakaran Melanda Lantai 2 Mapolres Jakarta Barat, 65 Personel Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Penundaan Akibat Badai Perang

Seyogianya, upacara pemakaman ini dilangsungkan tak lama setelah kepergiannya pada Maret lalu. Namun, situasi konflik timur tengah yang terus berkecamuk memaksa otoritas setempat untuk mengambil keputusan sulit dengan menunda prosesi tersebut demi alasan keamanan nasional. Keadaan perang yang belum sepenuhnya stabil membuat mobilisasi massa dalam skala besar dianggap terlalu berisiko pada waktu itu.

Kini, seiring dengan persiapan yang semakin matang, Iran bersiap melepas sosok yang telah mewarnai peta politik iran selama puluhan tahun tersebut dengan upacara yang khidmat dan penuh simbolisme kekuatan negara.

Era Baru di Bawah Kepemimpinan Mojtaba Khamenei

Wafatnya Ali Khamenei secara otomatis membuka babak baru dalam struktur kekuasaan di Teheran. Putra sang mendiang, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang ketiga sejak revolusi tahun 1979. Namun, transisi kekuasaan ini diselimuti atmosfir misteri yang cukup kental.

Baca Juga  Sarang Kejahatan dan Peredaran Miras di Gunung Sahari Digusur, Kini Bakal Jadi Lahan Urban Farming

Hingga saat ini, sosok Mojtaba belum pernah lagi menampakkan diri di hadapan publik sejak pengangkatannya pada awal Maret. Perlu dicatat bahwa ia juga dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan udara yang merenggut nyawa ayahnya dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Keabsenannya memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan serta strategi keamanan internasional yang tengah diterapkan oleh rezim baru tersebut.

Dunia kini menanti, apakah pemakaman pada 9 Juli mendatang akan menjadi momen kemunculan perdana Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya sebagai pemegang otoritas tertinggi, ataukah ia akan tetap berada di balik layar demi menjaga stabilitas pemerintahan di tengah bayang-bayang ketegangan dengan Barat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul