Petir Lumpuhkan Jalur KRL Green Line, Ratusan Penumpang Terjebak di Stasiun Jurangmangu
Senin, 04 Mei 2026 18:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana sore di jam pulang kantor yang biasanya padat, berubah menjadi kemelut bagi para pengguna KRL Green Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Sebuah sambaran petir dilaporkan telah melumpuhkan sistem kelistrikan, memicu gangguan perjalanan hebat yang memaksa ribuan penumpang harus dievakuasi dari rangkaian kereta.
Peristiwa ini bermula ketika cuaca buruk melanda sebagian wilayah Jabodetabek pada Senin sore (4/5/2026). Masalah pada Listrik Aliran Atas (LAA) menjadi penyebab utama terhentinya laju ‘ular besi’ tersebut. Salah satu titik penumpukan massa paling parah terjadi di Stasiun Jurangmangu, di mana kereta tiba-tiba berhenti beroperasi tepat saat memasuki area peron.
Evakuasi di Tengah Kepanikan
Nicolas Galih, salah seorang penumpang yang terjebak dalam situasi tersebut, menceritakan detik-detik mencekam saat aliran listrik di dalam gerbong mendadak padam. Sekitar pukul 17.00 WIB, suasana di dalam KRL seketika senyap dan pengap karena sistem pendingin udara (AC) turut mati.
“Begitu masuk Stasiun Jurangmangu, tiba-tiba listrik mati total. Melalui pengeras suara, petugas menginstruksikan seluruh penumpang untuk turun karena kereta akan ditutup,” kenang Galih saat memberikan keterangan. Akibatnya, peron stasiun pun seketika berubah menjadi lautan manusia yang kebingungan mencari alternatif transportasi.
Dampak Meluas Hingga Pondok Ranji
Hingga pukul 17.30 WIB, kepadatan di Stasiun Jurangmangu belum juga terurai. Banyak penumpang yang akhirnya memilih keluar dari area stasiun dan beralih ke moda transportasi daring maupun angkutan umum lainnya guna mengejar waktu sampai di rumah.
Namun, kendala ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Laporan di lapangan menunjukkan adanya kendala teknis tambahan akibat faktor cuaca. “Informasi yang kami terima, selain pemadaman saluran atas, area Stasiun Pondok Ranji juga dilaporkan tergenang banjir, yang semakin memperumit proses pemulihan jalur,” tambah Galih.
Permohonan Maaf KAI Commuter
Pihak KAI Commuter segera merespons situasi darurat ini dengan melakukan koordinasi teknis di lapangan. Melalui pernyataan resminya, perusahaan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna setia layanan Commuter Line di jam sibuk tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tetap tenang dan selalu mematuhi arahan serta informasi dari petugas kami di stasiun maupun di dalam rangkaian. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami saat ini,” tulis pihak manajemen KAI dalam keterangannya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis masih berupaya keras memperbaiki kerusakan pada sistem kelistrikan agar jadwal perjalanan transportasi publik vital ini dapat kembali normal sesegera mungkin.