Skandal Judi Online Internasional Terbongkar di Jakarta Barat, 321 WNA Terjaring Operasi Besar Polri
Sabtu, 09 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Langkah tegas diambil oleh jajaran kepolisian dalam memberantas praktik judi online yang kian meresahkan. Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya baru-baru ini melancarkan operasi besar-besaran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Hasilnya mencengangkan, sebanyak 321 warga negara asing (WNA) berhasil diamankan karena diduga kuat terlibat dalam jaringan perjudian digital internasional.
Penelusuran Sponsor dan Dalang di Balik Layar
Tidak sekadar menangkap para pelaku di lapangan, pihak kepolisian kini tengah membidik sosok-sosok kuat yang menjadi jembatan masuknya para WNA tersebut ke Indonesia. Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menegaskan bahwa fokus penyelidikan saat ini adalah mengungkap siapa sponsor yang mendatangkan ratusan orang tersebut dari luar negeri.
“Kami tidak akan berhenti pada para pelaku yang ada di lokasi. Kami sedang melakukan penelusuran mendalam terhadap para sponsor yang bertanggung jawab mendatangkan mereka ke tanah air,” ujar Brigjen Wira Satya Triputra saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Sabtu (9/5/2026).
Melacak Jejak Digital dan Aliran Dana Panas
Selain mengejar para aktor intelektual, tim penyidik juga bergerak cepat melakukan audit forensik terhadap infrastruktur teknologi yang digunakan oleh sindikat ini. Bareskrim Polri saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap perangkat komunikasi, alamat IP (IP Address), hingga server yang digunakan sebagai pusat operasi judi tersebut.
Upaya ini dibarengi dengan langkah financial tracing atau penelusuran aliran dana. Polisi ingin memastikan ke mana saja uang hasil perjudian ini bermuara, guna memutus rantai ekonomi dari bisnis ilegal tersebut. Strategi ini dianggap krusial untuk melumpuhkan operasional jaringan WNA nakal ini secara permanen.
Sinergi Antar-Lembaga untuk Penuntasan Kasus
Dalam menangani kasus dengan skala internasional seperti ini, Polri tidak bergerak sendirian. Koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam pengembangan penyidikan. Pihak kepolisian menyatakan telah menggandeng sejumlah lembaga strategis guna memperkuat bukti-bukti hukum yang ada.
- PPATK: Untuk memetakan transaksi mencurigakan dan pencucian uang yang melibatkan jaringan lintas negara.
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: Terkait evaluasi dokumen keimigrasian dan pengawasan status tinggal para pelaku selama di Indonesia.
- Stakeholder Terkait: Untuk memastikan penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi kejahatan serupa di masa depan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperketat pengawasan terhadap warga asing yang menyalahgunakan izin tinggal mereka untuk melakukan tindak pidana. Dengan pengungkapan kasus besar di Jakarta Barat ini, Polri kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan digital dan keamanan nasional dari ancaman kejahatan transnasional.