Ikuti Kami
kabarmalam.com

Polri Bongkar Migrasi Markas Judi Online Internasional dari Kamboja ke Indonesia

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 09 Mei 2026 16:34 WIB
Polri Bongkar Migrasi Markas Judi Online Internasional dari Kamboja ke Indonesia

Kabarmalam.com — Indonesia nampaknya tengah menghadapi tantangan baru dalam peta kejahatan siber global. National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri baru-baru ini mengungkap sebuah fenomena mengkhawatirkan mengenai pergeseran basis operasional sindikat judi online dan penipuan daring (scam) internasional yang mulai bermigrasi dari kawasan Indo-China menuju tanah air.

Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa tekanan hebat dari aparat penegak hukum di negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, hingga Vietnam telah memaksa para pelaku mencari ‘rumah baru’. Sayangnya, Indonesia kini menjadi salah satu destinasi utama pelarian server dan operator ilegal tersebut.

Eksodus dari Sihanoukville ke Jakarta

Pengungkapan besar ini mencapai puncaknya dalam operasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 321 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga kuat mengoperasikan jaringan scam internasional. Gedung yang secara kasatmata terlihat normal dari luar itu ternyata merupakan markas terselubung dengan aktivitas kriminal yang sangat sibuk di dalamnya.

Baca Juga  Geger! Hendra Kurniawan Batal Dipecat dari Polri, Ternyata Ini Nasibnya Sekarang

“Polanya sangat jelas. Pasca-penertiban besar-besaran di wilayah pusat judi seperti Sihanoukville, Poipet, Bavet, hingga Myawaddy, mereka mulai menggeser infrastrukturnya ke Indonesia. Ini adalah pergerakan kejahatan transnasional yang sudah kami prediksi sebelumnya,” ujar Brigjen Untung dengan tegas.

Penyisiran di Berbagai Kota Besar

Polri tidak tinggal diam menghadapi serbuan ini. Langkah antisipasi telah dilakukan melalui serangkaian penggerebekan di berbagai titik strategis. Selain Jakarta, kepolisian telah melakukan penindakan serupa di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, hingga Batam. Wilayah penyangga seperti Sukabumi dan Bogor juga tak luput dari pengawasan ketat tim Polri.

Para pelaku ini tidak hanya mengincar masyarakat lokal. Dengan skema yang rapi, mereka menjalankan berbagai modus mulai dari love scam hingga investasi bodong yang menyasar korban lintas negara. Fenomena ini membuktikan bahwa Indonesia kini berada dalam radar target utama jaringan kriminal digital global.

Baca Juga  Visi Besar di Balik Transformasi STIK Menjadi Unipol: Mencetak Penjaga Peradaban Bangsa

Memperketat Pintu Masuk Melalui Jalur Imigrasi

Guna membendung gelombang masuknya operator asing ini, Polri telah menjalin koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. Fokus utama saat ini adalah memantau individu yang masuk dalam kategori Subject of Interest (SOI), yakni mereka yang memiliki rekam jejak digital terkait aktivitas kejahatan siber di Asia Tenggara.

Langkah preventif ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi dan mencegah Indonesia menjadi markas judi online yang permanen. Dengan kerja sama lintas sektoral, pemerintah berupaya memastikan bahwa wilayah nusantara tidak menjadi zona nyaman bagi para pelaku kejahatan daring internasional yang meresahkan dunia.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul