Ikuti Kami
kabarmalam.com

Visi Besar di Balik Transformasi STIK Menjadi Unipol: Mencetak Penjaga Peradaban Bangsa

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 13 Apr 2026 17:46 WIB
Visi Besar di Balik Transformasi STIK Menjadi Unipol: Mencetak Penjaga Peradaban Bangsa

Kabarmalam.com — Sebuah babak baru dalam sejarah pendidikan Korps Bhayangkara kini tengah diukir. Upaya transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menuju Universitas Kepolisian (Unipol) bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah lompatan besar untuk memperkuat fondasi ilmu kepolisian di tanah air demi menjaga kedaulatan bangsa.

Visi ambisius ini dipaparkan secara mendalam oleh Mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana. Dalam sebuah seminar bertajuk ‘UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi’, jenderal bintang tiga ini menegaskan bahwa perjuangan menjadikan STIK sebagai universitas adalah langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme Polri di tengah dunia yang kian kompleks.

Polisi sebagai Refleksi Peradaban

Menurut Chryshnanda, eksistensi kepolisian dalam sebuah negara demokrasi bukan sekadar penegakan hukum biasa. Ia memandang polisi sebagai cermin dari tingkat peradaban suatu bangsa. “Dalam negara yang beradab, konteks demokrasi menuntut supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, transparansi, serta akuntabilitas moral maupun sosial,” ujarnya di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Trump Beri Sinyal Negosiasi Kilat dengan Iran di Tengah Ketegangan Blokade Pelabuhan

Menariknya, Chryshnanda mengutip pemikiran tokoh intelektual Romo Magnis Suseno yang menyebutkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikannya. Ia menganalogikan Lemdiklat sebagai ‘Little Polri’ atau sebuah safe house bagi institusi, baik dalam wujud nyata maupun gagasan intelektual.

Menghadapi Tantangan Era ‘Akal Imitasi’

Di tengah gempuran era digital yang penuh ketidakpastian, Polri dituntut untuk selangkah lebih maju. Chryshnanda mendorong penguatan electronic policing dan forensic policing untuk menghadapi tantangan masa depan, termasuk fenomena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang ia sebut sebagai ‘akal imitasi’.

“Kalau polisinya gitu-gitu saja, ya tidak akan nyambung dengan perkembangan zaman. Jika tidak nyambung, masyarakat akan terus mengeluh. Di sinilah pentingnya kita membuka dialog peradaban melalui jalur akademik,” tegasnya. Ia menekankan bahwa Unipol nantinya tidak hanya menjadi milik internal korps baju cokelat, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum karena ilmu pengetahuan sejatinya bersifat inklusif.

Baca Juga  Geger Aksi Injak Al-Qur'an di Lebak, Dua Wanita Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Penistaan Agama

Menanti Izin Prakarsa dan Perpres

Meski secara konseptual sudah matang, realisasi Universitas Kepolisian ini masih menantikan lampu hijau administratif dari pemerintah. Hingga saat ini, proses terus berjalan untuk menyinkronkan struktur, instrumen pendidikan, sumber daya pengajar, hingga alokasi anggaran yang dibutuhkan.

Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Eko Rudi Sudarto, menambahkan bahwa secara prinsip, kementerian terkait telah memberikan sinyal positif. Sejak tahun 2023, Kementerian Pendidikan Tinggi telah memberikan restu awal agar Universitas Kepolisian ini dapat mulai dioperasionalkan.

“Saat ini kami sedang berproses mendapatkan izin prakarsa dari Dikti maupun Menpan-RB. Setelah proses di kementerian tuntas, langkah puncaknya adalah penerbitan Peraturan Presiden (Perpres),” jelas Irjen Eko. Ia meyakini bahwa transformasi STIK menjadi universitas akan menjadi pintu gerbang utama perubahan wajah Polri di masa depan melalui transformasi pendidikan yang lebih modern dan berdaya saing global.

Baca Juga  Trump Optimis Akhiri Ketegangan: AS Terima Proposal 10 Poin Iran dan Tunda Serangan Militer
Tentang Penulis
Husnul
Husnul