Strategi Jitu Perkuat Rupiah: Sufmi Dasco Apresiasi Langkah Berani Bank Indonesia Pangkas Ketergantungan Dolar AS
Minggu, 14 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya strategis Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah kini mendapat sorotan positif dari parlemen. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara terbuka melayangkan apresiasi atas langkah progresif bank sentral yang dinilai mampu memitigasi risiko ketergantungan terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat (AS).
Kolaborasi Bilateral yang Memperkuat Fondasi Ekonomi
Dasco menyoroti keberhasilan kesepakatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) yang diinisiasi oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng. Kesepakatan ini dipandang sebagai tonggak penting dalam mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok melalui mekanisme yang lebih mandiri.
Tidak hanya sekadar wacana, kerja sama ini juga mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT). Menariknya, jangkauan kerja sama ini kini diperluas hingga mencakup wilayah Hong Kong. Melalui pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia, likuiditas mata uang Renminbi kini menjadi lebih terjamin guna mendukung ekosistem perdagangan, investasi, hingga berbagai aktivitas keuangan domestik.
Memangkas Dominasi Dolar AS Melalui LCT
Menurut Dasco, esensi utama dari perjanjian ini adalah kemudahan transaksi tanpa perantara mata uang ketiga. “Kesepakatan tersebut memungkinkan transaksi perdagangan antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong dilakukan langsung menggunakan rupiah atau Renminbi. Ini adalah langkah nyata untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dolar Amerika Serikat,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Minggu (14/6/2026).
Transformasi ini diprediksi akan membawa dampak masif pada sektor ekspor impor. Dengan volume transaksi perdagangan Indonesia-Tiongkok yang diproyeksikan menyentuh angka US$ 154,5 miliar pada tahun 2025, penggunaan skema LCT akan memberikan efisiensi biaya dan perlindungan nilai yang lebih baik bagi para pelaku usaha nasional.
Digitalisasi Transaksi Melalui QRIS Lintas Batas
Selain instrumen makro, digitalisasi pembayaran juga menjadi senjata andalan BI dalam memperkuat posisi mata uang Garuda. Dasco menyambut hangat integrasi QRIS lintas batas yang kini telah disepakati kedua negara. Inovasi ini mempermudah pelaku usaha hingga wisatawan dalam bertransaksi secara instan.
“Transaksi antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok kini bisa dilakukan semudah memindai kode QR. Sistem ini melibatkan setidaknya 191 penyedia layanan di Tiongkok dan 24 di Indonesia yang kini sudah saling terhubung satu sama lain,” tambah Dasco menjelaskan kemudahan aksesibilitas teknologi finansial tersebut.
Langkah ini dianggap sebagai upaya serius pemerintah dan bank sentral untuk memperkuat nilai tukar rupiah di kancah internasional. Dengan berkurangnya kebutuhan dolar AS untuk transaksi perdagangan harian, tekanan terhadap kurs domestik diharapkan dapat terminimalisir, menciptakan iklim ekonomi nasional yang lebih tangguh, stabil, dan berdaulat.