Drama ‘Sultan’ Kemnaker Memanas: Kubu Bobby Mahendro Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel
Selasa, 21 Apr 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Panggung persidangan kasus dugaan pemerasan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menyeret nama Irvian Bobby Mahendro kian menunjukkan tensi yang mendidih. Sosok yang kerap dijuluki ‘Sultan’ Kemnaker tersebut kini berada di pusaran konflik baru melawan Silvia Rinita Harefa, istri dari mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.
Alih-alih gentar dengan ancaman laporan polisi terkait tuduhan keterangan palsu, tim hukum Bobby justru menunjukkan sikap tenang dan mempersilakan pihak lawan untuk menempuh jalur hukum. Dalam suasana persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4), aroma perseteruan antara kedua belah pihak terasa kian menyengat.
Tantangan Terbuka dari Tim Hukum Bobby
Advokat Risky Nugroho, salah satu punggawa hukum Bobby, menyatakan bahwa pihaknya tidak merasa terbebani dengan rencana Silvia untuk mempolisikan kliennya. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk melapor jika merasa dirugikan, namun ia menegaskan bahwa fakta di persidangan akan berbicara dengan sendirinya.
“Itu adalah hak mereka sepenuhnya. Jika memang mereka merasa nama baiknya tercoreng akibat pengakuan dalam persidangan ini, silakan saja. Kami siap menunggu,” ujar Risky dengan nada tegas saat ditemui pasca-sidang perkara korupsi Kemnaker tersebut.
Senada dengan Risky, Hervan Dewantara yang juga merupakan bagian dari tim pembela Bobby, menekankan bahwa apa yang disampaikan kliennya bukanlah karangan semata. Ia mengingatkan bahwa seluruh pernyataan Bobby dilakukan di bawah sumpah yang memiliki konsekuensi hukum serius.
“Kita harus menghormati prinsip bahwa keterangan di depan majelis hakim adalah kebenaran yang harus dipegang, kecuali ada bukti kuat yang menyanggahnya. Pak Bobby tentu memiliki dasar dan bukti sebelum melontarkan pernyataan tersebut,” tambah Hervan.
Tangisan Bobby dan Pengakuan Menjadi ‘Bumper’ Pimpinan
Persidangan kali ini juga diwarnai momen emosional. Bobby dilaporkan sempat meneteskan air mata saat menceritakan intimidasi yang diduga dialami oleh ibundanya. Hervan mengungkapkan bahwa tekanan tersebut bukan hanya menyasar Bobby secara pribadi, namun juga mulai menyentuh lingkaran keluarga terdekatnya.
Selain masalah intimidasi, Bobby membuat pengakuan mengejutkan dengan menyebut dirinya hanya sekadar ‘bumper’ atau tameng bagi kepentingan pimpinan di kementerian tersebut. Ia mengaku dikorbankan untuk menampung aliran dana non-teknis terkait pengurusan sertifikasi K3.
“Bobby mengakui bahwa dirinya hanyalah orang yang dikorbankan demi memenuhi kebutuhan pimpinan. Ini adalah poin krusial untuk mengungkap siapa sebenarnya aktor utama di balik kasus ini,” jelas Hervan dalam keterangannya kepada media.
Bantahan Keras dari Silvia Rinita Harefa
Di sisi lain, Silvia Rinita Harefa muncul dengan bantahan yang tak kalah tajam. Ia menuding Bobby telah menyusun skenario bohong demi menyudutkan keluarganya. Silvia menegaskan bahwa pertemuannya dengan ibu Bobby di Rutan hanya sebatas komunikasi antarkeluarga yang saling memberi dukungan moral, tanpa ada unsur tekanan apalagi intimidasi.
“Saya tidak pernah melakukan intimidasi. Poinnya adalah Bobby banyak berbohong di persidangan, bahkan hal kecil pun dikarang-karang sampai membawa nama saya. Atas dasar kebohongan tersebut, saya berencana melaporkannya ke pihak kepolisian,” tegas Silvia.
Pertarungan narasi ini diperkirakan akan semakin panjang, mengingat kedua belah pihak merasa memiliki bukti kuat atas versinya masing-masing. Publik kini menanti bagaimana kelanjutan dari kasus sidang tipikor yang menyeret nama-nama besar di lingkungan kementerian ini akan berakhir.