Setelah Satu Dekade Rusak, ‘Jalan Seribu Lubang’ di Sumbar Akhirnya Bersolek Lewat Dana Pusat Rp 70 Miliar
Sabtu, 09 Mei 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Penantian panjang masyarakat di lintasan Payakumbuh, Lima Puluh Kota, hingga Tanah Datar akhirnya berbuah manis. Jalur yang selama sepuluh tahun terakhir dijuluki warga sebagai ‘Jalan Seribu Lubang’ karena kerusakannya yang parah, kini tengah dalam proses transformasi besar-besaran untuk kembali mulus.
Intervensi Pusat di Jalan Provinsi
Meskipun status jalan ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kondisi kerusakan yang dibiarkan menahun membuat pemerintah pusat memutuskan untuk turun tangan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau langsung progres pengerjaan proyek strategis ini guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Andre mengungkapkan bahwa pengerjaan jalan sepanjang 8,4 kilometer ini didanai oleh APBN melalui program Inpres Jalan Daerah dengan nilai mencapai Rp 70 miliar. Langkah ini diambil setelah adanya laporan intensif mengenai penderitaan warga yang harus berjibaku dengan debu dan lubang selama lebih dari satu dekade.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Karena lebih dari 10 tahun tidak tersentuh perbaikan oleh pihak yang berwenang, kami melaporkan kondisi ini kepada Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian menginstruksikan Kementerian PU untuk mengalokasikan anggaran,” ujar Andre saat berada di depan Kantor Wali Nagari Tanjung Gadang, Sabtu (9/5/2026).
Target Rampung Juli 2026
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, yang turut mendampingi peninjauan tersebut menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan rampung pada 2 Juli 2026. Secara teknis, jalan tersebut dibangun dengan spesifikasi tinggi agar lebih tahan lama.
- Konstruksi Beton: Sepanjang 5,5 kilometer dibangun menggunakan semen cor (beton) untuk kekuatan maksimal.
- Konstruksi Aspal: Sisanya sepanjang 3 kilometer menggunakan lapisan aspal.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal yang selama ini terhambat oleh akses transportasi yang buruk.
Peringatan Keras untuk Kendaraan Overkapasitas
Namun, di balik kabar gembira ini, terselip kekhawatiran akan daya tahan jalan di masa depan. Andre Rosiade memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha tambang galian C di kawasan tersebut. Ia meminta agar tonase kendaraan yang melintas benar-benar diawasi dengan ketat oleh pemerintah daerah dan provinsi.
“Mencari anggaran Rp 70 miliar itu tidak mudah. Jangan sampai baru setahun dibangun sudah hancur lagi karena truk tambang yang melebihi kapasitas. Kita tidak melarang usaha tambang, tapi tolong jaga aset publik ini bersama-sama,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Harapan Masyarakat Terjawab
Wali Nagari Tanjung Gadang, Zanhar, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan ini. Menurutnya, warga sudah sangat lelah dengan janji-janji perbaikan selama sepuluh tahun terakhir. Kehadiran alat berat dan pengaspalan di lokasi menjadi pemandangan yang sangat mereka syukuri.
Tak berhenti di sini, Andre Rosiade juga menjanjikan bahwa perjuangan untuk membenahi akses jalan di Sumatera Barat akan terus berlanjut. Target berikutnya adalah melanjutkan pembangunan hingga ke arah Batusangkar melalui program Inpres Jalan Daerah pada tahun anggaran 2026 atau 2027 mendatang.