Skandal Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: 321 WNA Diciduk, Incar Korban Luar Negeri
Sabtu, 09 Mei 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap operasional bisnis haram di jantung ibu kota kembali tersingkap. Dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, sebuah markas besar judi online yang berlokasi di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, berhasil dibongkar paksa oleh aparat.
Operasi besar ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai skala operasional jaringan tersebut yang ternyata berskala internasional. Meski berlokasi di tanah air, para pelaku justru membidik warga negara asing sebagai target utama penipuan dan perjudian mereka, menjadikan Indonesia sebagai basis operasional ‘ekspor’ kejahatan siber.
Ratusan Pelaku Lintas Negara Diamankan
Dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis tersebut, polisi mengamankan sedikitnya 321 orang Warga Negara Asing (WNA). Mereka tertangkap tangan tengah menjalankan aktivitas ilegal, mulai dari operasional teknis hingga layanan konsumen yang terorganisir dengan rapi.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, merinci bahwa para pelaku berasal dari berbagai negara di kawasan Asia. Dominasi terbesar berasal dari Vietnam, diikuti oleh Tiongkok dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Berikut adalah rincian pelakunya:
- WNA Vietnam: 228 orang
- WNA Tiongkok: 57 orang
- WNA Myanmar: 13 orang
- WNA Laos: 11 orang
- WNA Thailand: 5 orang
- WNA Malaysia: 3 orang
- WNA Kamboja: 3 orang
Modus Operandi: Indonesia Sebagai ‘Safe Haven’ Baru?
Menurut analisis tim penyidik, terdapat pergeseran pola yang signifikan dalam industri gelap ini. Brigjen Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan Jakarta sebagai basis operasional untuk menjaring nasabah dari luar negeri. “Berdasarkan penelusuran dan analisa kami, rata-rata yang menjadi korban adalah warga negara luar,” ujar Wira dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Sabtu (9/5/2026).
Para pelaku menjalankan peran yang sangat spesifik. Ada tim yang bertugas sebagai telemarketing, bagian blasting konten promosi melalui website, hingga customer service yang bertugas merayu calon nasabah baru. Keberadaan mereka di Indonesia diduga kuat untuk menghindari pengawasan ketat yang mulai gencar dilakukan di wilayah yang sebelumnya menjadi pusat judol, seperti Kamboja dan Myanmar.
Pemeriksaan Intensif di Markas Pelaku
Hingga berita ini diturunkan, ratusan pelaku tersebut masih menjalani pemeriksaan mendalam oleh tim penyidik Bareskrim Polri. Polisi terus menggali keterangan untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik jaringan besar ini serta bagaimana skema aliran dana hasil perjudian tersebut dikelola.
“Untuk para pelaku, sampai saat ini masih kami tahan di lokasi untuk dilakukan pendalaman secara intensif. Kami ingin memetakan peran masing-masing individu dalam struktur organisasi ini,” tambah Brigjen Wira.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pengelola properti dan perkantoran di wilayah Jakarta Barat agar lebih waspada dan selektif terhadap penyewa, guna mencegah pemanfaatan gedung-gedung perkantoran sebagai kedok aktivitas kriminal internasional.