Ikuti Kami
kabarmalam.com

Markas Polisi Gadungan di Surabaya Dibongkar: 44 WNA Sindikat Scamming Internasional Berhasil Diringkus

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 08 Mei 2026 21:34 WIB
Markas Polisi Gadungan di Surabaya Dibongkar: 44 WNA Sindikat Scamming Internasional Berhasil Diringkus

Kabarmalam.com — Tabir gelap operasional sindikat kejahatan siber lintas negara akhirnya tersingkap di jantung Kota Pahlawan. Polrestabes Surabaya baru saja mengonfirmasi keberhasilan besar dalam menggulung jaringan penipuan daring atau scamming internasional yang melibatkan puluhan warga negara asing (WNA).

Drama Penggerebekan Markas ‘Polisi’ Palsu

Sebanyak 44 tersangka WNA kini mendekam di balik jeruji besi setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawa, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang mencium adanya aktivitas mencurigakan dari sebuah kelompok besar yang beroperasi secara terorganisir.

“Sampai dengan saat ini jumlah tersangka WNA yang berhasil kita tangkap dan kita lakukan penahanan sebanyak 44 orang. Kita masih terus melakukan pendalaman untuk mengupas tuntas akar dari jaringan ini,” tegas Kombes Luthfie saat memberikan keterangan pers pada Jumat (8/5/2026).

Baca Juga  Konflik Timur Tengah Memanas: Gertakan Iran di Selat Hormuz hingga Kontroversi Simbol 'Gantungan' Menteri Israel

Modus Canggih: Meniru Kantor Polisi demi Intimidasi

Satu hal yang membuat kasus ini menonjol adalah tingkat profesionalitas para pelaku dalam mengelabui korbannya. Mereka tidak hanya mengandalkan perangkat digital, tetapi juga menciptakan sebuah studio fisik yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat menyerupai kantor polisi sungguhan. Di dalam markas tersebut, ditemukan berbagai peralatan teknis yang dipersiapkan dengan sangat detail.

Para pelaku menyiapkan bilik-bilik khusus yang dilengkapi dengan alat perekam suara untuk menciptakan suasana kantor yang sibuk. Bahkan, untuk memperkuat skenario penipuan, mereka memasang atribut kepolisian seperti gambar daftar pencarian orang (DPO) hingga simbol-simbol otoritas keamanan lainnya pada dinding ruangan tersebut.

“Para pelaku menggunakan seragam polisi saat melancarkan aksinya. Mereka melakukan intimidasi terhadap korban yang berada di luar negeri sesuai dengan skenario yang mereka buat dengan berbagai modus,” tambah Luthfie menjelaskan betapa rapinya sandiwara yang dimainkan komplotan ini.

Baca Juga  Momen Hangat di Istana: Kelakar Presiden Prabowo Sebut Rocky Gerung Tetap Jadi Sosok Disiden

Target Korban di China dan Jepang

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mayoritas korban dari sindikat scamming internasional ini berada di wilayah China dan Jepang. Untuk menelusuri jejak kerugian dan identitas para korban secara lebih luas, Polrestabes Surabaya kini bersinergi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri serta jaringan Interpol.

Langkah tegas ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian Indonesia tidak akan membiarkan wilayahnya dijadikan markas bagi para pelaku kejahatan siber. Hingga saat ini, pemeriksaan intensif terhadap ke-44 WNA tersebut masih berlangsung guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan kriminal berskala global ini.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul