Ikuti Kami
kabarmalam.com

Koarmada I Ungkap Fakta Kematian Prajurit di KRI Radjiman, Hasil Visum Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 07 Mei 2026 14:04 WIB
Koarmada I Ungkap Fakta Kematian Prajurit di KRI Radjiman, Hasil Visum Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Kabarmalam.com — Kabar duka yang menyelimuti lingkungan TNI Angkatan Laut (AL) terkait meninggalnya Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi (22) di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat pada akhir April lalu akhirnya mendapatkan klarifikasi resmi. Pihak Komando Armada (Koarmada) I secara tegas membantah adanya isu kekerasan di balik peristiwa tragis tersebut.

Kejadian yang berlangsung pada 26 April 2026 ini sempat memicu berbagai spekulasi di tengah publik. Namun, melalui keterangan pers yang dirilis di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pihak TNI AL mencoba meluruskan benang merah peristiwa ini secara transparan dan berbasis data medis yang akurat.

Penjelasan Resmi Koarmada I

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, mengawali pernyataannya dengan menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun, ia juga menekankan pentingnya meluruskan disinformasi mengenai kondisi fisik jenazah yang sempat dianggap tidak wajar oleh sebagian pihak.

Baca Juga  Berkat Sentuhan Humanis, Pegadaian Sabet Penghargaan Contact Center Terbaik di CCSEA 2026

Berdasarkan hasil visum et repertum resmi yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Mintohardjo Jakarta tertanggal 26 April 2026, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tahun kekerasan benda tumpul. “Hasil pemeriksaan medis secara mendalam menyimpulkan bahwa penyebab kematian almarhum murni akibat gantung diri, bukan karena tindakan kekerasan,” tegas Kolonel Ary.

Menjawab Isu Lebam dan Luka Fisik

Menanggapi kabar mengenai adanya lebam misterius dan pendarahan pada area selangkangan, Kolonel Ary memberikan penjelasan teknis. Ia menyebutkan bahwa luka pada bagian leher almarhum merupakan luka tekan melingkar dengan karakteristik pengelupasan kulit ari yang secara medis identik dengan pola luka gantung diri.

Baca Juga  Skandal Korupsi Dana Bencana Gunung Ruang: Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Resmi Jadi Tersangka

Terkait penampakan lebam yang terlihat sesaat sebelum pemakaman, pihak TNI AL menjelaskan fenomena tersebut sebagai Livor Mortis atau lebam mayat. Ini adalah kondisi alami pascakematian di mana sirkulasi darah berhenti dan sel darah mengendap di bagian tubuh terendah akibat pengaruh gravitasi. Fenomena ini sering kali disalahpahami oleh orang awam sebagai bekas penganiayaan.

Transparansi dan Sikap Keluarga

Proses visum tersebut dipastikan berjalan transparan karena dihadiri langsung oleh pihak keluarga almarhum serta didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Almarhum Ghofirul Kasyfi sendiri telah dimakamkan secara militer pada 27 April 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemayoran, Bangkalan, Jawa Timur.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh ibu kandung almarhum, Yatik Andriyani, juga telah menyatakan secara sadar untuk menolak tindakan autopsi lebih lanjut. Keputusan ini telah dituangkan dalam dokumen pernyataan resmi tertanggal 30 April 2026. Selain itu, seluruh barang pribadi milik almarhum telah diserahkan dan diterima dengan baik oleh pihak keluarga.

Baca Juga  Sakit Hati Kenaikan Pangkat Ditolak, Oknum PNS Nekat Bakar Kantor Dishub Bangka Belitung

Menutup keterangannya, Koarmada I mengimbau media dan masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi dari institusi guna menghindari spekulasi yang dapat melukai perasaan keluarga almarhum. “Kami tetap berkomitmen pada transparansi dan kebenaran fakta di lapangan,” pungkas Kolonel Ary.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan persoalan Anda ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul