Aksi Spontan Presiden Prabowo: Minta Paspampres Menepi Demi Salami Warga Gorontalo
Sabtu, 09 Mei 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana hangat menyelimuti kawasan pesisir Leato Selatan, Gorontalo, saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja baru-baru ini. Di tengah riuh rendah sambutan masyarakat yang antusias, terselip sebuah momen emosional yang memperlihatkan sisi humanis sang Kepala Negara. Prabowo tertangkap kamera meminta personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk sedikit mundur agar dirinya bisa berinteraksi dan bersalaman langsung dengan warga tanpa sekat protokoler yang kaku.
Kejadian menarik ini berlangsung saat Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung operasional Kampung Nelayan Merah Putih pada Sabtu (9/5/2026). Setibanya di lokasi, pria yang dikenal dengan ketegasannya ini justru menunjukkan kelembutan saat melihat ribuan pasang mata nelayan dan warga lokal yang menanti kehadirannya dengan penuh harapan.
Menghapus Jarak di Kampung Nelayan
Sebelum menyapa warga, Prabowo terlebih dahulu melakukan inspeksi mendalam terhadap fasilitas yang telah dibangun di Kampung Nelayan Merah Putih. Kawasan ini merupakan proyek percontohan yang diharapkan mampu mengubah wajah ekonomi pesisir di wilayah tersebut. Namun, saat melangkah menuju kerumunan warga di bawah tenda, protokol pengamanan yang ketat sempat membuat jarak antara pemimpin dan rakyatnya.
Melihat hal itu, Prabowo tak tinggal diam. Ia terlihat menghalau tangan anggota Paspampres yang berjaga di dekatnya, memberikan isyarat agar mereka memberi ruang lebih luas. Dengan senyum lebar, ia kemudian menyisir barisan warga dari ujung kiri hingga kanan, menjabat tangan satu per satu nelayan yang telah lama menunggu kedatangannya.
Infrastruktur Modern untuk Kedaulatan Nelayan
Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Prabowo di Gorontalo adalah untuk memastikan bahwa fasilitas penunjang nelayan telah siap beroperasi secara maksimal. Pemerintah telah menyuntikkan berbagai infrastruktur vital guna mendongkrak produktivitas nelayan lokal, di antaranya:
- Pabrik es dan gudang pendingin (cold storage) untuk menjaga kualitas ikan.
- Bengkel nelayan dan tempat perbaikan jaring sebagai sarana perawatan mandiri.
- Kantor pengelola, balai pertemuan, dan kios perbekalan nelayan.
- Docking perahu dan shelter pendaratan ikan yang lebih terorganisir.
“Hari ini saya menyempatkan diri mampir ke Gorontalo untuk melihat langsung progres Kampung Nelayan Merah Putih ini. Saya melihat sudah ada fasilitas pembuat es dan gudang pendingin. Ini adalah komitmen kita untuk memberdayakan nelayan di seluruh Indonesia,” ungkap Prabowo di hadapan masyarakat.
Visi besar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menggenjot blue ocean economy, di mana kekayaan laut Indonesia harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelakunya di lapangan. Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan para nelayan di Leato Selatan tidak lagi terkendala masalah distribusi dan penyimpanan hasil tangkapan.