Perjuangan 6,5 Jam Menembus Hutan Sekadau: Ratusan Prajurit TNI Berhasil Evakuasi Korban Heli PK-CFX
Sabtu, 18 Apr 2026 19:07 WIB
Kabarmalam.com — Medan berat dan rimbunnya hutan Kalimantan Barat tidak menyurutkan langkah ratusan personel TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan. Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan selama kurang lebih 6,5 jam, operasi evakuasi terhadap delapan korban jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau akhirnya dinyatakan tuntas pada Jumat dini hari.
Operasi skala besar ini melibatkan koordinasi intensif dari berbagai satuan. Prajurit TNI yang diterjunkan berasal dari Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps, serta jajaran Kodim 1204/Sanggau. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menaklukkan tantangan geografis yang ekstrem di wilayah pedalaman tersebut.
Kolaborasi Lintas Satuan dan Dukungan Udara
Tak hanya mengandalkan jalur darat, TNI Angkatan Udara juga turut ambil bagian dengan mengerahkan satu unit helikopter Super Puma. Kehadiran alutsista ini sangat krusial untuk mempercepat mobilisasi personel serta memastikan rantai komando tetap berjalan lancar di tengah medan yang sulit dijangkau komunikasi biasa.
Asops Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, menegaskan bahwa pengerahan kekuatan penuh ini merupakan instruksi langsung dari Pangdam XII/Tpr sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan warga. “Kami telah mengarahkan seluruh jajaran untuk memberikan dukungan maksimal dalam operasi SAR ini, berkoordinasi erat dengan tim gabungan di lapangan,” ungkapnya kepada awak media.
Kronologi Penemuan di Bukit Puntak
Titik terang pencarian mulai muncul pada Kamis malam, saat tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin oleh Mayor Inf Ikhwan berhasil mengidentifikasi lokasi jatuhnya helikopter di area perbukitan. Lokasi tepatnya berada di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.
Mengingat akses kendaraan yang mustahil mencapai titik tersebut, proses evakuasi dilakukan dengan cara yang sangat heroik. Berikut adalah detail pelaksanaan evakuasi:
- Proses Manual: Sebanyak delapan jenazah, yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dievakuasi menggunakan kantong jenazah dengan cara dipikul secara manual oleh para prajurit.
- Medan Ekstrem: Tim harus melewati hutan lebat dan menuruni perbukitan curam dalam kondisi gelap gulita.
- Waktu Tempuh: Perjalanan dari titik jatuh menuju posko darurat di Gereja Katolik Santo Yohanes memakan waktu berjam-jam akibat kondisi fisik medan.
Evakuasi Tahap Akhir ke Pontianak
Tepat pada pukul 06.30 WIB, seluruh korban berhasil mencapai posko utama. Tidak hanya jenazah, tim juga berhasil mengamankan barang-barang pribadi korban serta black box (kotak hitam) helikopter yang sangat penting untuk proses investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan helikopter tersebut.
Selanjutnya, delapan unit ambulans telah disiagakan untuk membawa para korban menuju RS Bhayangkara Pontianak. Kolonel Ahmad menambahkan bahwa TNI akan terus mengawal proses ini hingga selesai dan memastikan sinergi antar instansi tetap terjaga demi keberhasilan setiap misi pencarian dan pertolongan di masa depan di wilayah Kalimantan Barat.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata dedikasi TNI dalam tugas-tugas non-perang, khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi penyelamatan nyawa di medan yang paling menantang sekalipun.