Misi Mempertahankan Mahkota: SMK Negeri 2 Karanganyar Siap Taklukkan LKBB-PB Nasional
Sabtu, 13 Jun 2026 22:33 WIB
Kabarmalam.com — Semangat membara ditunjukkan oleh para siswa SMK Negeri 2 Karanganyar yang baru saja mengukir prestasi gemilang di kancah regional. Dalam perhelatan Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah, sekolah ini sukses mengamankan posisi puncak dengan performa yang memukau. Kemenangan ini bukan sekadar piala, melainkan tiket emas untuk membawa nama Jawa Tengah ke kancah nasional yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.
Tampil dominan sejak awal kompetisi, SMK Negeri 2 Karanganyar berhasil mengumpulkan skor fantastis sebesar 7950 poin. Angka ini terpaut cukup jauh dari rival terdekatnya, SMA Negeri 1 Wonosegoro, Boyolali, yang harus puas menempati posisi kedua dengan raihan 6450 poin. Sementara itu, peringkat ketiga dihuni oleh SMK Negeri 1 Kedungwungi, Kabupaten Pekalongan, dengan total nilai 6275. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Karanganyar sebagai salah satu lumbung prestasi siswa di Jawa Tengah.
Misi Berat Mempertahankan Gelar Juara Nasional
Pendamping tim, Raihan Akbar, menyadari sepenuhnya bahwa panggung nasional nanti akan jauh lebih menantang. Tim-tim elit dari berbagai provinsi telah menunggu untuk beradu ketangkasan. Namun, Raihan menegaskan bahwa semangat juang anak asuhnya tidak akan luntur begitu saja. “Kami akan meningkatkan intensitas latihan. Target kami jelas, yakni mempertahankan gelar juara nasional yang sudah diraih Jawa Tengah pada tahun 2025 lalu,” ujarnya dengan nada optimis saat ditemui usai lomba di SMKN 7 Semarang, Sabtu (13/6/2026).
Raihan menambahkan bahwa evaluasi mendalam akan segera dilakukan berdasarkan catatan juri. Masukan tersebut akan menjadi bahan utama untuk memoles performa tim agar tampil tanpa celah di Jakarta. “Kuncinya adalah disiplin dan peningkatan kapasitas individu setiap anggota regu. Kami masih punya waktu yang cukup memadai untuk melakukan persiapan,” tambahnya. Semangat serupa juga dikobarkan oleh Muhammad Nur Hasan, sang Komandan Peleton (Danton). Baginya, kerja keras adalah harga mati untuk meraih hasil maksimal di tingkat nasional nanti.
Catatan Teknis dari Dewan Juri
Meski tampil memukau, bukan berarti penampilan para peserta tanpa catatan. Haryanta, dewan juri dari unsur TNI, memberikan beberapa evaluasi kritis untuk menyempurnakan penampilan tim Jawa Tengah di tingkat nasional. Ia memuji kreativitas baris-berbaris yang ditampilkan para peserta, namun menyoroti aspek teknis pada Tim 8 yang bertugas membawa dan mengibarkan bendera.
Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis), Haryanta menjelaskan bahwa pergerakan Tim 8 harus tetap dinamis. “Tadi masih ditemukan gerakan yang terhenti saat manuver formasi. Seharusnya, Tim 8 tidak boleh berhenti meskipun sedang membawa bendera,” tegasnya. Selain itu, teknik pengerekan bendera juga menjadi sorotan. Alur tali harus ditarik secara halus dan mengalir, tidak boleh patah-patah sesuai dengan aturan baku yang berlaku.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, diharapkan SMK Negeri 2 Karanganyar mampu membenahi detail-detail kecil tersebut. Lomba baris berbaris ini sejatinya bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan upaya memperkuat nilai-nilai luhur dan nasionalisme di pundak generasi muda Indonesia.