Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: BGN Prioritaskan Wilayah 3T dan Kelompok Rentan, Sekolah Elite Bakal Dicoret?
Kamis, 04 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Langkah besar diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan efektivitas program unggulan pemerintah. Dalam upaya mempertajam sasaran, BGN mengonfirmasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama kini bergeser secara signifikan: sekolah-sekolah di kawasan elite atau dari kelompok mampu kemungkinan besar tidak akan lagi menjadi prioritas penerima manfaat.
Refocusing Target: Dari Aglomerasi ke Wilayah 3T
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi refocusing yang dirancang oleh kepemimpinan baru di lembaga tersebut. Tujuannya jelas, yakni memberikan keadilan akses bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Nanik menyoroti adanya ketimpangan distribusi di mana saat ini operasional program masih sangat terkonsentrasi di wilayah aglomerasi perkotaan.
“Kita akan melakukan peninjauan kembali. Jika ada sekolah-sekolah mahal yang secara finansial sudah mampu, kita akan evaluasi apakah mereka masih membutuhkan MBG? Alokasi tersebut nantinya akan dialihkan untuk memperkuat jangkauan di wilayah 3T,” ujar Nanik dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta Pusat.
Mengejar ‘Golden Period’ Melalui Kelompok 3B
Selain fokus geografis, BGN juga mempersempit sasaran pada kelompok biologis yang paling rentan, yang dikenal dengan istilah 3B: Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita. Keputusan ini bukan tanpa alasan medis yang kuat. Berdasarkan diskusi mendalam dengan para pakar kesehatan dan ahli gizi, masa awal kehidupan adalah kunci utama keberhasilan intervensi gizi.
Nanik menjelaskan bahwa masa kehamilan bulan pertama hingga anak mencapai usia sekolah dasar (sekitar 9 tahun) adalah periode paling krusial. “Para ahli menekankan bahwa intervensi gizi memberikan dampak paling optimal jika dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak duduk di bangku SD. Inilah sasaran yang sedang kita kejar sekuat tenaga,” tambahnya.
Empat Langkah Strategis Pembenahan Program
Kebijakan penataan ulang ini merupakan satu dari empat langkah strategis yang tengah digarap BGN untuk membenahi pelaksanaan MBG secara nasional. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Evaluasi mendalam terhadap kriteria penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.
- Moratorium atau penghentian sementara pembangunan unit dapur baru untuk melakukan evaluasi model bisnis.
- Pembenahan manajemen dan operasional pada dapur-dapur yang sudah berjalan guna meningkatkan kualitas layanan.
- Perluasan jangkauan ke wilayah 3T dengan skema distribusi yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi lokal.
Presiden sendiri, menurut Nanik, memberikan instruksi khusus agar program ini tidak hanya menumpuk di pusat-pusat kota yang secara infrastruktur sudah mapan. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh program ketahanan pangan dan gizi nasional.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan program intervensi gizi nasional ini tidak sekadar mengejar angka partisipasi yang besar, melainkan memberikan dampak nyata bagi penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan pemerintah.