Lumpuh Total Akibat Banjir dan Gangguan Listrik, Penumpang KRL Green Line Menumpuk di Stasiun Kebayoran
Senin, 04 Mei 2026 20:35 WIB
Kabarmalam.com — Suasana muram menyelimuti area Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Senin malam (4/5/2026). Ribuan pengguna moda transportasi massal tersebut terpaksa gigit jari akibat lumpuhnya layanan perjalanan kereta api. Kombinasi cuaca ekstrem berupa hujan deras, sambaran petir yang mengganggu sistem kelistrikan, hingga genangan banjir menjadi penyebab utama penumpukan penumpang yang tak terhindarkan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi sekitar pukul 19.40 WIB, kepadatan massa terlihat merayap mulai dari area luar hingga ke peron dalam stasiun. Karena keterbatasan ruang dan kursi tunggu, pemandangan penumpang yang duduk “ngemper” beralaskan lantai stasiun menjadi pemandangan yang lazim malam ini. Raut kelelahan terpancar jelas dari wajah para pekerja yang terjebak dalam ketidakpastian jadwal kepulangan.
Gangguan Ganda: Banjir dan Listrik Padam
Layanan KRL Green Line rute Tanah Abang menuju Rangkasbitung dilaporkan mengalami kendala serius. Selain gangguan pasokan listrik yang dipicu oleh sambaran petir, lintasan antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji terendam genangan air yang cukup tinggi, sehingga tidak aman untuk dilalui rangkaian kereta.
Melalui pengeras suara, petugas stasiun terus memberikan informasi terbaru guna meredam kegelisahan penumpang. “Kami informasikan kembali bahwa saat ini perjalanan kereta tujuan Pondok Ranji masih belum tersedia. Kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi karena penanganan petugas masih berlangsung di lapangan,” ujar petugas dengan nada persuasif.
Rekayasa Perjalanan dan Alternatif Transportasi
Pihak KAI Commuter melalui akun resminya menjelaskan bahwa rekayasa pola operasi terpaksa dilakukan demi keselamatan. Sebagai contoh, KA 1757D yang melayani rute Rangkasbitung-Tanah Abang hanya mampu beroperasi hingga Stasiun Serpong, sebelum akhirnya diputar balik kembali menuju arah Rangkasbitung.
Kondisi ini memaksa sebagian penumpang untuk mengambil langkah drastis. Jika sebagian memilih bertahan di dalam stasiun dengan harapan jalur segera pulih, sebagian lainnya memutuskan untuk keluar dan mencari moda transportasi alternatif, seperti ojek daring atau bus, meskipun harus menghadapi kemacetan Jakarta yang juga ikut terdampak hujan deras.
“Tetap utamakan keselamatan dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh faktor alam ini,” tulis manajemen KAI Commuter dalam keterangannya. Hingga berita ini dirilis, petugas teknis masih berjibaku di lokasi genangan untuk memastikan jalur bisa segera dilalui kembali secara normal. Bagi masyarakat yang hendak melintasi jalur jalur Serpong, diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi operator.