Kertanegara Jadi Saksi, Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Kabinet Merah Putih Bahas ‘Hujan’ Investasi Asing
Minggu, 14 Jun 2026 21:33 WIB
Kabarmalam.com — Suasana kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian pada Minggu (14/6). Presiden secara khusus memanggil jajaran petinggi Kabinet Merah Putih untuk mendengarkan laporan krusial terkait masa depan ekonomi bangsa.
Fokus utama dalam pertemuan tertutup tersebut adalah pemaparan hasil kunjungan kerja internasional yang baru saja diselesaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani. Laporan tersebut mencakup hasil safari ekonomi ke sejumlah negara adidaya di Amerika Serikat, Eropa, hingga kawasan Asia.
Sinyal Positif dari Mata Dunia
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Rosan Roeslani. Terlihat pula sejumlah menteri kunci lainnya yang turut mendampingi Prabowo Subianto, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Hadir pula sosok Dony Oskaria selaku Kepala Badan Pengaturan BUMN, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hasil laporan tersebut membawa angin segar bagi iklim investasi nasional. Tercatat adanya peningkatan signifikan terhadap kepercayaan dunia internasional terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan derasnya minat investor asing untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor strategis yang sedang digarap pemerintah.
Transparansi dan Pengumuman Resmi di Istana Merdeka
Menanggapi laporan yang menggembirakan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan agar data-data valid ini segera dibuka ke publik. Beliau menekankan pentingnya transparansi agar masyarakat mengetahui fakta nyata di lapangan mengenai perkembangan ekonomi negara.
Rencananya, detail mengenai capaian investasi asing ini akan diumumkan secara resmi pada Senin (15/6) siang di Istana Merdeka. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyajikan informasi yang utuh, akurat, dan berbasis data kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pertemuan di Kertanegara ini seolah menjadi penegasan bahwa pemerintah tengah bergerak cepat untuk mengamankan posisi Indonesia dalam kancah ekonomi global, sekaligus memastikan bahwa kebijakan hilirisasi yang dicanangkan terus membuahkan hasil nyata bagi pembangunan nasional.