Iran Berang! Sebut Dialog dengan AS Sia-sia Usai Israel Gempur Beirut
Minggu, 14 Jun 2026 22:03 WIB
Kabarmalam.com — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah kian mencapai titik didih menyusul serangan udara masif yang dilancarkan militer Israel ke wilayah Beirut, Lebanon. Menanggapi agresi tersebut, pemerintah Iran melontarkan kecaman keras dan memberikan sinyalemen kuat bahwa meja perundingan dengan Amerika Serikat kini tak lagi memiliki nilai strategis.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara gamblang menyatakan pesimismenya terhadap kelanjutan pembicaraan damai. Menurutnya, sikap Amerika Serikat yang seolah membiarkan sekutu terdekatnya menggempur Lebanon membuktikan kebuntuan diplomasi. Ghalibaf menilai serangan brutal di wilayah Dahieh menjadi bukti nyata bahwa Washington tidak memiliki kemauan politik maupun kemampuan untuk menjaga komitmen perdamaian.
Diplomasi di Ambang Kehancuran
Pernyataan Ghalibaf ini seolah menjadi lonceng kematian bagi proses dialog yang selama ini diupayakan untuk meredam konflik Timur Tengah. Selama ini, Iran secara konsisten memasukkan stabilitas keamanan di Lebanon sebagai syarat mutlak dalam setiap kesepakatan damai dengan pihak Barat. Namun, aksi militer Israel yang terus berlanjut membuat Tehran merasa dikhianati.
“Apabila Anda tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memenuhi janji-janji Anda, maka tidak ada gunanya sama sekali membicarakan kelanjutan dari jalan diplomasi ini,” tegas Ghalibaf dengan nada geram, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber internasional pada Minggu (14/6/2026).
Ancaman Balasan dari Markas Komando Iran
Ketegangan ini tidak hanya berhenti di level retorika diplomatik. Sardar Asadi, pejabat senior di Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa aksi militer Israel di pinggiran selatan Beirut pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Perlu diketahui, Khatam al-Anbiya merupakan pusat komando tertinggi yang mengawasi seluruh angkatan bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
“Tanpa keraguan sedikit pun, kejahatan ini tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja tanpa konsekuensi,” ujar Asadi dalam pernyataannya. Hal ini menandakan bahwa Iran siap mengambil langkah lebih jauh jika provokasi bersenjata terus dilakukan di wilayah kedaulatan Lebanon.
Dampak Tragis di Jantung Beirut
Di lapangan, serangan udara Israel yang menyasar area Ghoebeiry telah meninggalkan jejak kehancuran yang mendalam. Wilayah yang diklaim sebagai benteng Hizbullah tersebut kini luluh lantak oleh rudal-rudal canggih. Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan telah mengevakuasi sedikitnya tiga jenazah dari balik reruntuhan gedung.
Selain korban jiwa, laporan dari Kantor Berita Nasional menyebutkan setidaknya 15 warga sipil menderita luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis. Kerusakan infrastruktur pun terpantau sangat signifikan; toko-toko hancur dan bangunan apartemen mengalami kerusakan struktural berat, menambah panjang daftar penderitaan warga sipil di tengah pusaran konflik regional yang kian tak terkendali.