Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gaza Kembali Membara: Serangan Udara Israel Tewaskan 11 Warga di Tengah Ketegangan yang Kian Memuncak

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 05 Jun 2026 16:34 WIB
Gaza Kembali Membara: Serangan Udara Israel Tewaskan 11 Warga di Tengah Ketegangan yang Kian Memuncak

Kabarmalam.com — Suasana mencekam kembali menyelimuti wilayah Jalur Gaza setelah rentetan serangan udara yang diluncurkan militer Israel pada Kamis (4/6) waktu setempat. Aksi militer terbaru ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya 11 nyawa warga sipil, menambah panjang daftar korban dalam konflik Gaza yang tak kunjung menemui titik terang.

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi dari otoritas pertahanan sipil setempat, sembilan orang ditemukan tewas setelah proyektil Israel menghantam sejumlah kompleks apartemen di wilayah barat laut dan barat daya Gaza City. Tak berhenti di situ, dua korban lainnya gugur dalam sebuah serangan pesawat tak berawak (drone) di pusat kota yang menyasar area sekitar pos kepolisian. Mahmoud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, terdapat 15 orang lainnya yang mengalami luka-luka serius dan kini tengah mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga  Peringatan Paskah 2026: Akses Taman Fatahillah Dibatasi Sementara, Cek Jadwal dan Rute KRL Terbaru

Krisis Kemanusiaan dan Rapuhnya Kesepakatan Damai

Eskalasi maut ini terjadi di tengah status gencatan senjata yang secara teknis seharusnya masih berlaku sejak Oktober tahun lalu. Namun, realita di lapangan menunjukkan potret yang jauh berbeda. Kekerasan harian terus mengguncang kantong pemukiman Palestina tersebut, memicu kekhawatiran global akan stabilitas di kawasan tersebut.

Data yang dirilis oleh kementerian kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa sedikitnya 936 orang telah tewas sejak kesepakatan gencatan senjata dimulai. Kondisi ini diperparah dengan kendali militer Israel yang kini telah mencakup lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza, sebuah langkah yang secara luas dinilai melanggar ketentuan kesepakatan damai yang telah dirumuskan sebelumnya.

Baca Juga  Dikhianati Rekan Kerja, Karyawan Warung Sate di Jakarta Selatan Nekat Curi Motor demi Narkoba

Kebuntuan Diplomasi dan Ambisi Perluasan Wilayah

Hingga saat ini, baik pihak Hamas maupun Israel masih terus saling lempar tuduhan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan komitmen damai tersebut. Meski fase pertama yang melibatkan pertukaran sandera dan tahanan sempat terlaksana, transisi menuju fase kedua kini menemui jalan buntu selama berbulan-bulan.

Fase kedua yang seharusnya mengagendakan pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel secara bertahap kian sulit tercapai. Terlebih lagi, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belum lama ini menegaskan instruksinya kepada militer untuk mengambil alih kendali penuh hingga 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Tensi politik dan militer semakin mendidih menyusul tewasnya Mohammed Odeh, tokoh kunci yang menjabat sebagai kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza, dalam serangan Israel pekan lalu. Kematian Odeh menyusul nasib serupa yang dialami pendahulunya sebulan sebelumnya, menandakan bahwa mesin perang Israel masih terus beroperasi secara agresif di jantung pertahanan lawan.

Baca Juga  Darurat Kekerasan di Kampus! MPR Desak Aturan Baru Perlindungan Perempuan Segera Diterapkan
Tentang Penulis
Husnul
Husnul