Dudung Abdurachman Sambangi MUI: Serap Aspirasi Ulama untuk Dilaporkan ke Presiden Prabowo
Rabu, 06 Mei 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya mempererat simpul antara umara dan ulama terus diperkuat oleh jajaran pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melakukan kunjungan resmi ke markas besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/5/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan langkah konkret untuk memastikan suara para tokoh agama didengar langsung di pucuk pimpinan negara. Dudung, yang kini mengemban amanah sebagai jembatan komunikasi antara Istana dan elemen masyarakat, menegaskan bahwa kehadiran ulama adalah pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Membawa Pesan Istana ke Pangkuan Ulama
“Silaturahmi ini sangat luar biasa bagi saya. Sebagai pejabat baru di Kantor Staf Presiden, saya hadir untuk mewakili pemerintah sekaligus menjemput aspirasi,” ujar Dudung di hadapan awak media. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tidak ada celah antara kebijakan pemerintah dengan realitas yang dirasakan umat di akar rumput.
Selama pertemuan berlangsung, Dudung terlihat khidmat mendengarkan berbagai masukan strategis. Ia berjanji bahwa setiap poin pembicaraan akan dirangkum dan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan ke depan. “Banyak hal-hal krusial yang saya terima hari ini. Sudah menjadi kewajiban saya untuk menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat melalui para ulama kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Pesan Persatuan: Menjaga Lisan, Menjaga Bangsa
Salah satu poin mendasar yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah wejangan dari tokoh-tokoh MUI. Dalam dialog yang hangat, disepakati bahwa kerukunan nasional adalah harga mati yang harus dirawat bersama di tengah dinamika politik dan sosial.
Dudung menggarisbawahi pesan penting mengenai etika dalam berkomunikasi di ruang publik. Meminjam pesan dari KH Anwar Abbas, ia menekankan pentingnya menjaga lisan agar tidak muncul rasa saling membenci atau merendahkan. “Kita harus menjaga mulut untuk tidak saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga,” ungkap mantan KSAD tersebut dengan nada tegas.
Menurutnya, pencapaian stabilitas negara bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elit dan tokoh bangsa, termasuk para pengurus MUI di seluruh tingkatan.
Dialog Inklusif dengan Jajaran Pimpinan MUI
Pertemuan strategis ini berlangsung secara inklusif dengan dihadiri oleh deretan tokoh teras MUI. Meskipun Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar hadir melalui sambungan daring, suasana diskusi tetap terasa akrab dan produktif. Tampak hadir secara fisik di lokasi, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, serta Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh.
Jajaran pimpinan lainnya juga turut memberikan perspektif dalam diskusi ini, di antaranya Masduki Baidlowi (Ketua Bidang Infokomdigi), M Azrul Tanjung (Bidang Ekonomi), hingga Prof Sudarnoto Abdul Hakim (Bidang Hubungan Luar Negeri). Kehadiran para pakar lintas bidang ini menunjukkan bahwa aspirasi yang diserap Dudung Abdurachman mencakup spektrum yang luas, mulai dari isu sosial, ekonomi syariah, hingga posisi diplomasi Indonesia di kancah global.