Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trump Beri Perintah Tegas: Tenggelamkan Kapal Iran yang Berani Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 21:34 WIB
Trump Beri Perintah Tegas: Tenggelamkan Kapal Iran yang Berani Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Kabarmalam.com — Situasi di jalur maritim paling krusial dunia, Selat Hormuz, kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan instruksi militer yang sangat agresif. Trump secara terang-terangan memerintahkan armada Angkatan Laut AS untuk tidak ragu melepaskan tembakan dan menghancurkan kapal-kapal milik Iran yang kedapatan sedang memasang ranjau di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan yang mengguncang stabilitas geopolitik tersebut, Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat dilarang menunjukkan keragu-raguan dalam menghadapi provokasi Iran di laut. Melalui unggahan terbarunya di media sosial, Trump mengklaim telah menginstruksikan penghancuran segala jenis kapal, termasuk armada kecil yang dianggap mengancam keamanan navigasi internasional.

Instruksi Operasi Pembersihan Skala Besar

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun,” tegas Trump sebagaimana dikutip dari laporan CNN Internasional. Ia bahkan mengklaim bahwa ratusan aset laut Iran telah dilumpuhkan dalam berbagai operasi sebelumnya.

Baca Juga  BMKG Beri Peringatan Dini: Waspada Ancaman Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem Hingga 8 Mei 2026

Tak hanya memerintahkan serangan balik, Trump juga menginstruksikan percepatan operasi pembersihan ranjau. Ia meminta kapal-kapal Angkatan Laut AS yang bertugas sebagai penyapu ranjau untuk meningkatkan intensitas kerja mereka hingga tiga kali lipat dari biasanya. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran arus logistik global yang saat ini sedang berada di bawah tekanan ekonomi yang berat.

Ancaman Ranjau GPS dan Zona Bahaya Iran

Di sisi lain, ketegangan ini dipicu oleh aktivitas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dilaporkan telah menyebar puluhan ranjau di titik-titik strategis. Menariknya, ranjau-ranjau tersebut diduga menggunakan teknologi navigasi GPS yang memungkinkan perangkat peledak tersebut dihanyutkan dari jarak jauh, sehingga sangat sulit dideteksi oleh radar konvensional.

Baca Juga  Trump Ngamuk! Tarif Impor Produk Korea Selatan Naik Jadi 25 Persen, Ada Apa?

Pihak Iran sendiri tidak tinggal diam. Mereka telah menetapkan apa yang disebut sebagai “zona bahaya” seluas 1.400 kilometer persegi di wilayah perairan tersebut. Luas area ini setara dengan 14 kali ukuran kota Paris, yang kini menjadi wilayah berisiko tinggi bagi kapal-kapal komersial maupun militer asing.

Kebuntuan Diplomasi di Tengah Blokade

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan dukungannya terhadap langkah keras Donald Trump ini. Meskipun pihak intelijen mencatat Iran masih memiliki aset perahu kecil yang lincah, AS tetap pada pendiriannya untuk menggunakan kekuatan penuh jika negosiasi mengenai lalu lintas pengiriman di selat tersebut menemui jalan buntu.

Sementara itu, otoritas parlemen Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali akses Selat Hormuz selama blokade angkatan laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat masih diberlakukan. Situasi saling kunci ini dikhawatirkan akan memicu konflik terbuka yang lebih luas jika salah satu pihak mulai menarik pelatuk senjata di tengah ketegangan yang kian mendidih.

Baca Juga  AS 'Sikat' Venezuela, Donald Trump Klaim Kuba Bakal Segera Runtuh!
Tentang Penulis
Husnul
Husnul