Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gencatan Senjata Terkoyak, Dua Paramedis Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 01:34 WIB
Gencatan Senjata Terkoyak, Dua Paramedis Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

Kabarmalam.com — Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon kembali memuncak setelah serangan udara Israel dilaporkan menewaskan dua petugas medis yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah. Insiden tragis ini terjadi di tengah masa gencatan senjata yang seharusnya memberikan ruang napas bagi warga sipil di wilayah konflik tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melukai lima petugas medis lainnya. Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian menyebutkan bahwa militer Israel secara sengaja membidik dua lokasi berbeda milik Komite Kesehatan melalui serangan udara yang presisi.

Kronologi Serangan di Qalaway dan Tibnin

Menurut laporan lapangan, serangan pertama menghantam kawasan Qalaway, yang mengakibatkan satu orang paramedis tewas di tempat dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Tak berselang lama, serangan kedua menyasar wilayah Tibnin, menambah daftar korban jiwa dengan satu petugas medis tewas serta dua orang lainnya terluka parah.

Baca Juga  Skenario Gelap Demokrasi: KPK Bongkar Praktik Suap Penyelenggara Pemilu demi Manipulasi Suara

Pemerintah Lebanon mengecam keras aksi ini dan menganggapnya sebagai bentuk nyata dari pelanggaran hukum internasional yang terus berulang. Keamanan para pekerja kemanusiaan seharusnya menjadi prioritas, namun kenyataan di lapangan menunjukkan risiko yang sangat tinggi bagi mereka yang berada di garis depan bantuan medis.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Padahal, sebuah kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April lalu dengan tujuan menghentikan eskalasi konflik Timur Tengah antara Israel dan Hizbullah. Namun, perdamaian di atas kertas tersebut tampaknya sulit terwujud di medan tempur. Israel berdalih bahwa berdasarkan ketentuan yang ditengahi oleh Washington, mereka memiliki hak untuk bertindak secara preventif terhadap serangan yang direncanakan atau yang sedang berlangsung.

Baca Juga  Langkah Besar Menuju Damai: Lebanon Sambut Gencatan Senjata dengan Israel Usai Inisiasi Trump

Hingga saat ini, eskalasi kekerasan di Lebanon telah mencatatkan angka korban yang memprihatinkan. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat:

  • Total korban tewas sejak awal konflik mencapai sekitar 2.800 jiwa.
  • Lebih dari 100 orang di antaranya merupakan petugas kesehatan dan pekerja darurat.
  • Puluhan warga sipil dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan sejak gencatan senjata dimulai.

Situasi ini memicu kekhawatiran global akan keberlanjutan proses perdamaian di kawasan tersebut. Meskipun upaya diplomatik terus dilakukan, dentuman serangan Israel yang masih terdengar menjadi pengingat pahit bahwa jalan menuju stabilitas di Lebanon masih sangat terjal.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul