Andre Rosiade Kawal Proyek Strategis Malalak: Harapan Baru bagi Konektivitas Sumatera Barat
Minggu, 10 Mei 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Upaya pemulihan akses transportasi di wilayah Sumatera Barat pascabencana banjir bandang terus dikebut. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan jalan di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, berjalan sesuai rencana tanpa hambatan administratif maupun anggaran.
Dalam peninjauan langsung yang dilakukan pada Minggu (10/5/2026), Andre didampingi oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, Elsa Putra Friandi. Kehadiran mereka di lokasi terdampak galodo ini bertujuan untuk melihat dari dekat progres pengerjaan fisik sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terkait kelanjutan proyek vital tersebut.
Sinergi Pusat Menjawab Keterbatasan Daerah
Meskipun jalur Malalak secara administratif merupakan jalan provinsi di bawah kewenangan gubernur, Andre menjelaskan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam. Menyadari keterbatasan anggaran daerah, Presiden Prabowo melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengambil langkah konkret dengan mengucurkan dana APBN demi percepatan pemulihan infrastruktur.
“Pemerintah pusat hadir untuk memastikan konektivitas ini pulih. Membangun Sumatera Barat tidak bisa dilakukan sendirian; butuh kolaborasi erat antara pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Andre di hadapan tokoh masyarakat, niniak mamak, dan perangkat nagari setempat.
Alokasi Rp670 Miliar untuk Pemulihan Total
Pembangunan jalan Malalak bukan sekadar proyek tambal sulam. Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran fantastis mencapai sekitar Rp670 miliar. Pengerjaan ini dibagi dalam beberapa fase strategis untuk memastikan kualitas bangunan yang permanen dan tahan lama.
- Tahap Pertama: Fokus pada penanganan darurat dan fungsional yang ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang.
- Tahap Kedua: Melalui proses tender terbuka, mencakup pembangunan infrastruktur permanen dan jembatan di kilometer 82.
- Keamanan Jalur: Penyiapan alat berat di lokasi rawan untuk mengantisipasi longsor susulan akibat cuaca ekstrem.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menambahkan bahwa saat ini pekerjaan dilakukan oleh PT HKI di bawah mekanisme tanggap darurat. Mengingat status keadaan darurat berlaku hingga September 2026, pihaknya melakukan manajemen proyek secara bertahap agar tetap patuh pada aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Prioritas Keselamatan Warga
Meskipun beberapa titik jalan yang sempat terputus kini sudah tersambung kembali, pihak BPJN mengimbau agar pengguna jalan tetap waspada. Untuk saat ini, jalur Malalak diprioritaskan bagi mobilitas warga lokal. Kendaraan dari luar daerah disarankan tetap menggunakan jalur alternatif, terutama saat intensitas hujan tinggi, demi menghindari risiko bahaya di kawasan yang masih dalam tahap perbaikan.
Apresiasi dari Kabupaten Agam
Langkah nyata Andre Rosiade ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Wakil Bupati Agam, M Iqbal, mengungkapkan bahwa perhatian Andre terhadap Kabupaten Agam sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari bantuan pascabencana hingga pengentasan daerah blank spot melalui pembangunan BTS.
Senada dengan itu, Erdinal selaku tokoh masyarakat Malalak sekaligus anggota DPRD Agam, berharap pembangunan ini menjadi titik balik kebangkitan ekonomi wilayahnya yang selama ini terhambat oleh rusaknya akses transportasi. Dengan dukungan penuh dari pusat, masyarakat Malalak kini menatap masa depan dengan lebih optimis.