Tragedi Erupsi Gunung Dukono Berakhir Pilu: Tiga Jenazah Pendaki Berhasil Dievakuasi
Minggu, 10 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Upaya pencarian panjang di lereng Gunung Dukono akhirnya mencapai titik akhir yang memilukan. Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian setelah berhasil menemukan tiga jenazah pendaki yang menjadi korban keganasan erupsi di wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan pernyataan resmi terkait selesainya misi kemanusiaan ini. “Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (10/5/2026).
Identitas Korban dan Kronologi Penemuan
Identitas ketiga korban yang gugur di bawah tumpukan material vulkanik tersebut kini telah teridentifikasi sepenuhnya. Mereka adalah Enjel, seorang pendaki asal Indonesia, serta dua warga negara asing asal Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Jasad Enjel ditemukan lebih awal pada Sabtu (9/5), yang kemudian menjadi titik acuan krusial bagi tim SAR untuk melakukan penyisiran intensif hingga akhirnya menemukan dua korban lainnya di area yang berdekatan pada hari berikutnya.
Proses evakuasi di medan gunung berapi yang tengah bergejolak ini penuh dengan risiko tinggi. Abdul Muhari menjelaskan bahwa posisi jenazah tertimbun material vulkanik dengan kedalaman yang sangat signifikan. Kondisi ini kian menantang karena aktivitas erupsi Gunung Dukono masih fluktuatif, memaksa tim gabungan untuk bekerja ekstra hati-hati demi menjamin keselamatan personel di lapangan.
Sinergi 98 Personel dan Peran Penyintas
Operasi kemanusiaan ini digerakkan oleh sedikitnya 98 personel gabungan yang terbagi ke dalam empat regu khusus. Sinergi ini melibatkan berbagai unsur mulai dari Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, PMI, hingga tim ERT Gosowong dan masyarakat setempat. Keberhasilan penemuan titik koordinat korban juga tak lepas dari bantuan dua pendaki yang selamat, yakni RS dan JA, yang memberikan petunjuk vital mengenai jalur pendakian terakhir sebelum awan panas menerjang.
Peringatan Keras Bagi Aktivitas Pendakian
Tragedi memilukan ini menjadi pengingat keras bagi para pencinta alam. Berdasarkan data resmi, jalur pendakian gunung Dukono sebenarnya telah dinyatakan ditutup untuk umum sejak 17 April 2026. Namun, adanya aktivitas ilegal di zona bahaya berujung pada konsekuensi fatal.
Menanggapi insiden ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa wisata untuk selalu mematuhi aturan dan rekomendasi teknis yang dikeluarkan otoritas terkait. Kedepannya, pengawasan di kawasan rawan bencana Gunung Dukono akan semakin diperketat guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.