Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Erupsi Gunung Dukono: Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Dunia

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB
Tragedi Erupsi Gunung Dukono: Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Dunia

Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti dunia pendakian di Maluku Utara. Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan di lereng Gunung Dukono, Halmahera Utara, akhirnya membuahkan hasil, meski harus berakhir dengan pilu. Dua warga negara Singapura yang sempat dilaporkan hilang saat erupsi terjadi, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya pada Minggu (10/5/2026), mengonfirmasi penemuan tersebut. Jasad kedua Warga Negara Asing (WNA) itu ditemukan di lokasi yang tak jauh dari titik penemuan korban pertama, seorang pendaki domestik bernama Enjel.

Identitas Korban dan Kendala di Lapangan

Dua pendaki asal Singapura yang menjadi korban keganasan erupsi gunung tersebut diidentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Dengan ditemukannya kedua pria tersebut, seluruh daftar pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah berhasil dievakuasi oleh petugas.

Baca Juga  Alarm Keras Golkar: Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Jadi Bukti Kegagalan Kampus Lindungi Mahasiswa

Namun, proses evakuasi ini bukanlah perkara mudah. Tim SAR harus berjuang melawan tumpukan material vulkanik yang sangat tebal di lokasi kejadian. Kedalaman material yang menimbun jasad korban menjadi hambatan utama, menuntut ketelitian serta kekuatan fisik ekstra dari para personel di lapangan.

Operasi SAR di Tengah Aktivitas Vulkanik

Selain medan yang tertimbun abu dan batu, aktivitas Gunung Api Dukono yang masih fluktuatif menambah risiko operasi ini. Tim gabungan yang terdiri dari 98 personel harus senantiasa waspada terhadap potensi erupsi susulan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama sembari mereka membawa jenazah menuju pos penanganan darurat.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, yang dibagi ke dalam empat regu pencari, meliputi:

  • Basarnas dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara
  • TNI AD dan TNI AL
  • Polairud serta Brimobda
  • Emergency Response Team (ERT) Gosowong dan PMI
  • Relawan dari masyarakat lokal
Baca Juga  Horor di Stasiun Bekasi Timur: KA Jarak Jauh Hantam KRL dari Belakang, Sejumlah Penumpang Luka-Luka

Pengawasan Jalur Pendakian Diperketat

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan wisata minat khusus di daerah tersebut. Faktanya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata sebenarnya telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026 lalu.

Menanggapi insiden ini, pemerintah setempat berjanji akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan pendakian. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi pendaki, baik lokal maupun asing, yang nekat menerobos jalur berbahaya demi menghindari terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul