Tragedi Sawah di Grobogan: Niat Basmi Hama, Petani Lansia Tewas Terkena Jebakan Tikus Listrik Buatan Sendiri
Kamis, 07 Mei 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah peristiwa memilukan mengguncang ketenangan warga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang petani lanjut usia, Djuhri Sugeng (66), ditemukan tak bernyawa di area persawahannya sendiri. Ironisnya, kematian korban diduga kuat akibat sengatan listrik dari perangkat jebakan tikus yang sengaja dipasangnya untuk melindungi tanaman dari serangan hama.
Insiden maut ini terungkap pada Kamis siang (7/5) di Dusun Tumpuk, Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan. Kecemasan bermula saat istri korban merasa ada yang tidak beres karena sang suami tak kunjung pulang dari sawah hingga lewat tengah hari. Padahal, biasanya Djuhri sudah kembali ke rumah untuk beristirahat dan makan siang.
Merasa khawatir, sang istri kemudian meminta bantuan tetangga sekitar untuk menyisir area persawahan Grobogan tempat suaminya bekerja. Pencarian pun dilakukan secara bergotong-royong oleh warga setempat.
Sekitar pukul 12.30 WIB, pencarian tersebut berakhir dengan penemuan yang menyedihkan. Salah seorang saksi menemukan tubuh Djuhri dalam posisi tengkurap di pinggir sawah, menghadap ke arah utara. Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan nyawanya tidak tertolong lagi.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan kronologi penemuan tersebut. “Setelah ditemukan, warga segera menggotong korban ke rumah duka dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Ngaringan sekitar pukul 14.15 WIB,” tuturnya saat memberikan keterangan resmi.
Pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Ngaringan, Iptu Andre Fajar Irianto, segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi, petugas menemukan rangkaian alat yang menjadi penyebab petaka tersebut. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa Power Inverter merek Hanaya berdaya 1000 Watt, satu unit accu rakitan, serta bambu-bambu penyangga kawat yang dialiri listrik.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Kematian dipastikan akibat tersengat listrik dari instalasi jebakan tikus tersebut,” ungkap Iptu Andre.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pahit tentang bahaya penggunaan jebakan tikus listrik di lahan pertanian. Meski dianggap efektif mengusir hama, alat rakitan semacam ini sering kali menjadi senjata makan tuan yang mengancam keselamatan nyawa para petani.
Kini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tragedi petani meninggal ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Kalanglundo, sekaligus menjadi peringatan keras bagi petani lain agar lebih mengutamakan prosedur keselamatan dalam bertani.