Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi Damai di Patung Kuda: Ribuan Warga Jakarta Timur Pasang Badan Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 17 Jun 2026 13:34 WIB
Aksi Damai di Patung Kuda: Ribuan Warga Jakarta Timur Pasang Badan Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Kabarmalam.com — Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6/2026) siang berubah menjadi lautan putih. Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Timur turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait keberlanjutan salah satu kebijakan strategis pemerintah saat ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul sejak pukul 11.30 WIB dengan mengenakan atribut serba putih. Kehadiran mereka membawa pesan yang lugas: memberikan dukungan penuh agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilanjutkan dan dikawal hingga tuntas.

Koordinator Aksi, Edi Marzuki, menegaskan bahwa kekuatan massa yang mencapai 10.000 orang ini siap berdiri di belakang Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan harapan baru bagi masyarakat kelas bawah yang selama ini kesulitan secara ekonomi.

Baca Juga  Natalius Pigai Pasang Badan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Ikhtiar Pemenuhan HAM, Bukan Pelanggaran

Harapan Baru bagi Ekonomi Keluarga

Dalam orasinya yang berapi-api, Edi mengungkapkan bahwa program MBG telah membawa dampak ekonomi yang nyata, terutama dalam menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput. Ia mencontohkan bagaimana para ibu rumah tangga kini memiliki penghasilan tambahan melalui keterlibatan dalam rantai pasok program ini.

“MBG ini menciptakan jutaan lapangan kerja. Banyak ibu-ibu yang sebelumnya sulit mendapatkan pekerjaan di sektor formal atau restoran karena faktor usia, kini bisa berdaya kembali. Kami bisa memberikan jajan untuk anak-anak kami dan menyekolahkan mereka berkat adanya lapangan kerja di program MBG ini,” ujar Edi penuh haru.

Tidak hanya menyasar anak sekolah, Edi juga menyoroti bagaimana program ini menyentuh lapisan masyarakat yang sering terlupakan, seperti lansia dan ibu hamil. Menurutnya, MBG memiliki sisi empati yang tinggi dalam memastikan asupan gizi yang layak bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Baca Juga  Polemik Susu Formula di Program Makan Bergizi Gratis, IDAI Layangkan Surat Terbuka ke Badan Gizi Nasional

Tuntutan Perbaikan Tata Kelola dan Berantas Korupsi

Meski memberikan dukungan penuh, massa Aliansi Masyarakat Jakarta Timur tidak menutup mata terhadap isu-isu negatif yang beredar, termasuk kekhawatiran akan adanya penyelewengan dana. Dengan tegas, mereka meminta pemerintah tidak menghentikan programnya, melainkan memperbaiki sistem dan menangkap oknum yang bermain.

“Kami datang dengan tuntutan agar koruptor ditangkap. Jangan karena ada oknum yang korupsi, programnya yang dihentikan. Justru koruptornya yang harus dipenjarakan karena mereka membuat masyarakat susah. Kami mendukung Bapak Prabowo untuk membersihkan program ini dari para pencuri uang rakyat,” tambahnya.

Massa mendesak agar tata kelola program MBG semakin disempurnakan. Mereka percaya bahwa dengan pengawasan yang ketat, program ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Baca Juga  Ketergantungan Moskow: Mengurai Benang Merah Dominasi Ekonomi China atas Rusia

Pernyataan Sikap Aliansi Masyarakat Jakarta Timur

Di penghujung aksi, aliansi tersebut membacakan tiga poin utama pernyataan sikap mereka sebagai bentuk komitmen mengawal pemerintahan:

  1. Mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo untuk terus melanjutkan program MBG bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, serta lansia.
  2. Mendorong penegakan hukum yang tanpa pandang bulu untuk menangkap dan memenjarakan para koruptor yang menyalahgunakan anggaran negara.
  3. Siap mengawal seluruh program utama pemerintah pusat, khususnya Makan Bergizi Gratis, agar tetap berjalan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Aksi yang berlangsung tertib ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat akan selalu mendapatkan tempat dan pembelaan dari masyarakat itu sendiri.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul