Debut Memukau di Piala Presiden, Reog Garudo Djoyo Manggolo Sekolah Rakyat Ponorogo Sabet Penghargaan Bergengsi
Selasa, 16 Jun 2026 20:33 WIB
Kabarmalam.com — Catatan sejarah baru saja terukir di panggung megah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI tahun 2026. Grup Reyog Garudo Djoyo Manggolo, yang mewakili Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, berhasil mencuri perhatian juri dan penonton hingga sukses mengamankan posisi dalam jajaran 10 besar Pelestari Budaya. Prestasi ini tergolong luar biasa mengingat ajang yang memperebutkan Piala Presiden RI tersebut merupakan debut pertama mereka di festival tingkat nasional.
Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya saat ditemui usai acara penutupan Grebeg Suro, Senin (15/6) malam. Didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH, Devit menerima langsung trofi dan piagam penghargaan yang menjadi bukti kerja keras anak didiknya di seni budaya tradisi ini.
“Rasanya sangat lega dan bangga luar biasa. Anak-anak tampil dengan semangat yang luar biasa, melampaui ekspektasi kami semua,” tutur Devit dengan nada penuh syukur pada Selasa (16/6/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah menyokong perjalanan grup ini, khususnya jajaran Kementerian Sosial yang telah memberikan pendampingan intensif bagi para siswa.
Lakon Prabu Klono Sewandono yang Menghipnotis Penonton
Di bawah sorot lampu Alun-Alun Ponorogo, grup Garudo Djoyo Manggolo menyuguhkan narasi tarian yang sarat makna. Mereka membawakan fragmen perjalanan Prabu Klono Sewandono dalam misi meminang sang putri dari Kerajaan Daha. Drama memuncak saat rombongan raja tersebut dihadang oleh sosok tangguh Raja Singa Barong, menciptakan dinamika gerak yang memadukan kegagahan sekaligus keindahan.
Karakter Raja Klono digambarkan dengan sangat apik, menonjolkan kelincahan sosok yang tengah dimabuk asmara namun tetap sigap melindungi diri dengan cemeti sakti, Kyai Pecut Samandiman. Atmosfer pertunjukan semakin hidup berkat iringan instrumen gamelan Jawa yang rancak. Harmonisasi kendang, gong, kenong, kethuk, hingga lengkingan slompret bersatu padu dengan vokal penyenggak yang bertenaga, menciptakan magis khas bumi reog.
Kemeriahan Puncak Grebeg Suro 2026
Perhelatan FNRP XXXI tahun ini diikuti oleh 32 grup reog terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Selama empat hari penuh, mulai 11 hingga 14 Juni, masyarakat disuguhi tontonan kelas dunia yang kental dengan nilai-nilai luhur. Dalam kompetisi ketat ini, grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara piala bergilir Presiden RI jatuh ke tangan grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.
Acara penutupan Grebeg Suro 2026 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Wamendagri Akhmad Wiyagus, hingga perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pelestarian reog telah menjadi agenda nasional yang strategis.
Bagi SRT 5 Ponorogo, penghargaan sebagai pelestari budaya ini hanyalah awal dari perjalanan panjang. Seperti yang diungkapkan Devit, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, dan kesuksesan ini sepenuhnya dipersembahkan untuk masa depan anak-anak didik yang telah berani menjaga warisan leluhur di tengah arus modernitas.