Misteri di Balik Tewasnya Pejabat BKAD Purwakarta: Temuan Tangga dan Kabel yang Janggal
Selasa, 16 Jun 2026 14:04 WIB
Kabarmalam.com — Kabut misteri masih menyelimuti kasus tewasnya Yogi Saleh, pejabat teras yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa sang pejabat.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan secara intensif, tim penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang memicu tanda tanya besar. Tidak hanya benda tajam seperti pisau dan kacamata yang ditemukan di dekat tubuh korban, namun terdapat rentetan temuan lain di dalam rumah yang dinilai cukup janggal oleh pihak berwajib.
Jejak Misterius Menuju Atap Rumah
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial dalam penyelidikan ini adalah keberadaan sebuah tangga yang letaknya tidak pada tempatnya. Tangga tersebut ditemukan berdiri di area luar kamar korban, tepatnya di depan kamar mandi.
“Di luar kamar, petugas menemukan satu buah tangga yang posisinya berada persis di depan kamar mandi,” ujar Kombes Hendra saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus pejabat Purwakarta tewas tersebut.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, tangga tersebut ternyata menjadi akses menuju bagian atap rumah. Kecurigaan polisi semakin menguat saat mendapati pintu atau akses menuju area atap dalam kondisi terbuka lebar saat kejadian berlangsung.
Temuan Kabel dan Tali yang Terputus
Penyisiran tidak berhenti di dalam ruangan saja. Petugas kemudian naik ke bagian atap rumah dan menemukan pemandangan yang cukup mencurigakan. Di sana, polisi mengamankan berbagai macam barang yang tidak biasa, mulai dari ikat pinggang, kabel, hingga tali.
Yang lebih mengejutkan, petugas menemukan sambungan kabel dan tali yang kondisinya sudah dalam keadaan terputus. Hal ini memicu spekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tidak bernyawa. Selain mengumpulkan barang bukti fisik, pihak kepolisian juga telah mendokumentasikan luka-luka yang ada pada tubuh korban untuk dicocokkan dengan hasil autopsi nantinya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus merangkai kepingan demi kepingan fakta dari lokasi kejadian. Kasus kematian pejabat ini menjadi perhatian publik di Purwakarta, mengingat posisi strategis korban di pemerintahan daerah dan kondisi kematiannya yang dianggap penuh kejanggalan.