Antisipasi Bahaya, Gorong-gorong ‘Maut’ di Cibinong Bogor Kini Resmi Ditutup Terali Besi
Rabu, 17 Jun 2026 14:04 WIB
Kabarmalam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menutup celah bahaya yang nyaris merenggut keselamatan seorang anak di jantung kota Cibinong. Sebuah lubang gorong-gorong tanpa penutup di kawasan Jalan Raya Tegar Beriman, yang sempat memicu kepanikan luar biasa saat malam pawai obor, kini telah dipasangi terali besi kokoh demi menjamin keamanan warga di masa mendatang.
Langkah taktis ini diambil oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Wilayah I Cibinong sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun pada Rabu (17/6/2026), penanganan darurat ini merupakan respons langsung atas insiden dramatis yang menimpa seorang bocah berusia 8 tahun pada Minggu malam lalu.
Respons Cepat Pasca-Insiden Viral
Pemasangan penutup besi permanen tersebut difokuskan pada titik lokasi kejadian, tepatnya di area pedestrian depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Wilayah ini memang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, terutama saat berlangsungnya agenda besar daerah maupun peringatan hari besar keagamaan.
“Pemasangan pagar atau terali ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama di saat mobilitas masyarakat sedang meningkat tajam, seperti pada kegiatan malam hari atau event besar lainnya,” tulis pihak Pemkab Bogor dalam keterangan resminya.
Kronologi Mencekam di Tengah Derasnya Arus
Tragedi yang sempat menggegerkan jagat maya ini bermula saat suasana khidmat peringatan Tahun Baru Islam menyelimuti jalanan Bogor. Seorang ibu yang membawa dua buah hatinya tengah mengikuti iring-iringan pawai obor dengan penuh sukacita. Namun, keceriaan itu seketika sirna menjadi teriakan histeris saat putra sulungnya yang masih duduk di kelas 2 SD tiba-tiba terperosok ke dalam lubang drainase (U-ditch) yang menganga tanpa peringatan.
Camat Cibinong, Acep Sajidin, memaparkan betapa mencekamnya proses evakuasi yang dilakukan warga dan petugas di lapangan. Tantangan terbesar saat itu adalah sempitnya lubang gorong-gorong yang tidak memungkinkan orang dewasa untuk masuk memberikan pertolongan langsung dari titik jatuh.
“Anaknya berteriak ketakutan, semua orang di lokasi panik. Staf kelurahan yang ikut dalam barisan pawai langsung berusaha menolong. Namun karena diameter lubang sangat sempit, petugas tidak bisa masuk ke dalam,” kenang Acep saat dikonfirmasi awak media.
Bertahan Hidup di Balik Jeruji Drainase
Kondisi semakin genting lantaran debit air di dalam gorong-gorong sedang meningkat drastis akibat hujan deras yang baru saja mengguyur wilayah tersebut. Beruntung, bocah malang itu memiliki insting bertahan hidup yang kuat dengan mencengkeram erat besi penyangga di dalam saluran air agar tidak terseret arus bawah tanah yang kuat.
Setelah upaya yang cukup menegangkan, petugas akhirnya berhasil menyelamatkan korban dengan melakukan evakuasi melalui ujung saluran yang lebih terbuka. Meski mengalami syok berat, nyawa sang bocah berhasil diselamatkan. Kini, dengan terpasangnya pengaman baru, diharapkan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor tersebut tidak lagi menyimpan risiko yang membahayakan nyawa pejalan kaki.