Waspada Modus Intel Narkoba Gadungan, Motor dan Ponsel Warga Semarang Raib Digasak
Selasa, 16 Jun 2026 23:04 WIB
Kabarmalam.com — Ketenangan malam di kawasan Pedurungan, Semarang, mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang pria berinisial MEM. Tanpa rasa curiga, ia harus merelakan harta bendanya raib setelah dikelabui oleh pria yang mengaku sebagai petugas intelijen narkoba yang tengah melakukan pengejaran.
Modus Penyamaran di Tengah Malam
Peristiwa kasus kriminal ini bermula pada Minggu (14/6) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, suasana di sekitar indekos korban di wilayah Pedurungan sedang sepi. Dua orang pria tak dikenal tiba-tiba mendatangi lokasi dan langsung menghampiri MEM yang saat itu sedang berada di sana.
Melihat pintu kamar kos korban yang masih terbuka, pelaku dengan sigap melancarkan aksinya. Mereka menggertak dengan mengaku sebagai anggota kepolisian yang tengah melakukan pengembangan kasus narkoba. Intimidasi yang dilakukan membuat korban merasa terdesak dan akhirnya sempat mempercayai sandiwara tersebut.
Aksi Perampasan Bermodus Pinjam Kendaraan
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa para pelaku murni warga sipil dan bukan aparat penegak hukum. “Pelaku bersama temannya mendatangi salah satu kos-kosan di wilayah Pedurungan. Karena pintu kos korban masih terbuka, pelaku mengaku sebagai petugas yang sedang mengembangkan kasus narkoba,” ujar Riki memberikan keterangan resmi.
Dengan dalih kepentingan penyelidikan yang mendesak, pelaku memaksa MEM untuk meminjamkan sepeda motornya. Korban yang berada di bawah tekanan psikologis pun menuruti permintaan tersebut. Namun, aksi licik pelaku tidak berhenti di situ. Di tengah perjalanan menuju arah Demak, mereka juga meminta paksa ponsel milik korban.
Korban Nekat Melompat untuk Menyelamatkan Diri
Kecurigaan MEM mulai memuncak ketika melihat gelagat kedua pelaku yang semakin tidak wajar selama perjalanan. Menyadari dirinya tengah terjebak dalam aksi perampasan motor, korban mengambil keputusan berani dengan melompat dari kendaraan yang tengah melaju untuk menyelamatkan diri.
Nahas, meski berhasil menghindari ancaman fisik yang lebih jauh, sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2024 berwarna biru dongker dan satu unit handphone merek Vivo milik korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengejar identitas para pelaku intel gadungan tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat tanpa menunjukkan identitas resmi. Selalu pastikan adanya surat tugas dan kartu tanda anggota (KTA) asli sebelum memberikan akses atau barang berharga kepada siapapun yang mengaku sebagai petugas di lapangan.