Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aroma Politik di Balik Gerakan Mahasiswa, BEM Bersatu Endus Keterlibatan Purnawirawan Jenderal

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 16 Jun 2026 18:35 WIB
Aroma Politik di Balik Gerakan Mahasiswa, BEM Bersatu Endus Keterlibatan Purnawirawan Jenderal

Kabarmalam.com — Dinamika pergerakan mahasiswa di tanah air kembali memanas dengan munculnya spekulasi mengenai adanya intervensi kekuatan besar di balik layar. Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu secara tegas menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk aksi massa yang ditunggangi oleh kepentingan politik praktis tertentu.

Misteri Fortuner dan Jejak Jejaring Elite

Dalam sebuah pernyataan resmi yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026), Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC sekaligus perwakilan BEM Bersatu, mengungkap sejumlah temuan yang dinilai mencederai marwah independensi mahasiswa. Fokus sorotan tertuju pada sosok Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM yang menjadi salah satu penggerak aksi belakangan ini.

Rahmat membeberkan bahwa kendaraan jenis Fortuner yang digunakan oleh Tiyo diduga kuat terdaftar atas nama Siti Nuraeni. Sosok Siti Nuraeni sendiri diketahui merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang secara personal memiliki hubungan kekeluargaan (besan) dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa—tokoh yang dikenal luas sebagai bagian dari tim pemenangan nasional salah satu kandidat pada Pilpres 2024 lalu.

Baca Juga  Menjaga Marwah Pergerakan, BEM Bersatu Tolak Keras Upaya Penunggang Gelap Politik di Tubuh Mahasiswa

“Dugaan adanya intervensi politik ini semakin kuat saat kita melihat kehadiran politisi senior PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah-tengah massa aksi,” ungkap Rahmat di hadapan awak media.

Indikasi Pengalihan Isu dan Suara Rakyat

Tak hanya soal fasilitas mewah di balik aksi, BEM Bersatu juga menyoroti agenda dialog yang melibatkan Tiyo Ardianto bersama sejumlah tokoh kritis seperti Said Didu, Refly Harun, hingga Roy Suryo. Kehadiran Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso dalam forum yang sama memperkuat asumsi adanya desain jejaring politik yang patut dicermati oleh publik.

BEM Bersatu menilai bahwa narasi krisis yang dibangun saat ini seringkali tidak berpijak pada data yang utuh dan berpotensi mengaburkan substansi persoalan rakyat. “Kami menolak keras mahasiswa dijadikan alat elite dalam perebutan kekuasaan. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi murni suara rakyat, bukan instrumen politik praktis,” tegas Rahmat.

Baca Juga  Ketegangan di Al Dhafra: Serangan Drone Picu Kebakaran di Area PLTN Barakah UEA, PBB Bereaksi Keras

Tiga Poin Tuntutan BEM Bersatu

Sebagai wujud menjaga integritas gerakan, aliansi ini melayangkan tiga tuntutan utama:

  1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari segala bentuk pendanaan, fasilitas, maupun intervensi politik praktis agar independensi tetap terjaga.
  2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan pengawasan ketat agar tata kelolanya transparan dan tepat sasaran.
  3. Mendorong pengusutan tuntas para koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk mengawal proses hukum secara objektif.

Solidaritas Lintas Kampus

Konferensi pers tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan BEM dari berbagai universitas, antara lain:

  • Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
  • Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
  • Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
  • Ardiansyah (Ketua BEM Institut Al-Aqidah)
  • Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
  • Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
  • Dicky (BEM F.IPS Unindra)
  • Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)
  • Rezky Anandar (BEM Institut STIAMI)
Baca Juga  Waspada! BMKG Ingatkan Hujan Lebat Mengintai NTT, Kota-Kota Ini Juga Kena Dampaknya

Hingga artikel ini dipublikasikan, pihak Tiyo Ardianto belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan kedekatannya dengan jejaring politik tersebut meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul