Ikuti Kami
kabarmalam.com

Geger Kesepakatan Damai AS-Iran, Benjamin Netanyahu: Perjuangan Israel Masih Jauh dari Kata Usai

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 16 Jun 2026 03:03 WIB
Geger Kesepakatan Damai AS-Iran, Benjamin Netanyahu: Perjuangan Israel Masih Jauh dari Kata Usai

Kabarmalam.com — Peta geopolitik Timur Tengah baru saja diguncang oleh pengumuman besar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim telah menandatangani kesepakatan damai dengan Iran. Meski angin perdamaian mulai berhembus dari Washington, reaksi keras justru datang dari Yerusalem. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menurunkan kewaspadaan sedikit pun.

Berbicara dalam konferensi pers di hadapan awak media nasional pada Selasa (16/6/2026), Netanyahu memberikan pernyataan yang cukup provokatif. Ia menekankan bahwa meskipun Israel berhasil melewati fase kritis yang mengancam eksistensinya, hal itu bukan berarti operasi militer mereka akan berhenti begitu saja.

Sikap Keras Netanyahu di Tengah Kesepakatan Global

“Meskipun Israel berhasil menghindari bahaya kehancuran, perjuangan kita belum berakhir,” ujar Netanyahu dengan nada tegas sebagaimana dilansir dari laporan terkini. Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bagi komunitas internasional bahwa Israel memiliki agenda keamanan sendiri yang tidak bisa diganggu gugat oleh perjanjian bilateral antara pihak luar.

Baca Juga  Hizbullah Tolak Mentah-Mentah Tawaran Negosiasi Israel: Kedaulatan Lebanon Harga Mati

Dalam pidato yang disampaikan dalam bahasa Ibrani tersebut, Netanyahu juga menyinggung posisi strategis militer Israel saat ini. Ia memastikan bahwa pasukan pertahanan Israel (IDF) akan tetap mempertahankan kendali penuh atas wilayah tengah yang selama ini menjadi basis ancaman dari kelompok Hizbullah.

“Kami telah menghancurkan persenjataan rezim Assad dan kami akan tetap berada di zona keamanan apa pun yang terjadi,” lanjutnya, merujuk pada operasi militer yang menargetkan infrastruktur militer di Suriah dan Lebanon.

Trump dan Pembukaan Selat Hormuz

Di sisi lain, di Evian-Les-Bains, Prancis, suasana tampak jauh lebih optimis. Presiden Donald Trump, yang didampingi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, dengan percaya diri mengumumkan bahwa dokumen kesepakatan dengan Teheran telah resmi diteken. Langkah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan menahun yang melibatkan kekuatan nuklir dan ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga  Pabrikasi Pengetahuan: Skandal Riset Palsu Berbasis AI yang Mengguncang Dunia Akademik Indonesia

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembukaan kembali jalur perdagangan vital dunia. Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6) mendatang. “Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani, dan saat ini selat tersebut sudah mulai dibuka sebagian,” ungkap Trump.

Namun, masih ada tanda tanya besar yang menyelimuti pengumuman ini. Trump tidak merinci lebih lanjut apakah pihak Iran juga menandatangani dokumen yang sama atau apakah ini merupakan kesepakatan sepihak yang kemudian akan disusul oleh ratifikasi dari Teheran. Situasi di Timur Tengah kini berada di persimpangan jalan antara diplomasi besar-besaran atau potensi eskalasi baru dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terabaikan.

Baca Juga  Ancaman Narkotika Gaya Baru, DPR RI Dukung Penuh Usulan BNN untuk Larang Peredaran Vape
Tentang Penulis
Husnul
Husnul