Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau, Ancaman Limbah Hantui Petani di Serang
Senin, 15 Jun 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Kondisi memprihatinkan kini menyelimuti aliran Sungai Ciujung yang melintasi wilayah Kabupaten Serang, Banten. Sungai yang menjadi tumpuan hidup warga tersebut dilaporkan mengalami perubahan warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, diduga kuat akibat paparan limbah industri.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (15/6/2026), pemandangan kontras terlihat jelas di Kampung Jongjing, Kecamatan Tirtayasa. Selain air yang menghitam, lapisan menyerupai minyak tampak mengambang di atas permukaan air, memperburuk kondisi ekosistem di sepanjang aliran sungai tersebut. Aroma tak sedap yang menusuk hidung membuat warga yang bermukim di bantaran sungai merasa tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Jeritan Warga dan Kekhawatiran Gagal Panen
Wiwi, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa fenomena pencemaran sungai ini sudah berlangsung selama kurang lebih lima hari terakhir. Ia mengeluhkan bau busuk yang kian mengganggu pernapasan warga sekitar. Namun, kekhawatiran Wiwi tidak berhenti pada soal polusi udara saja.
Sebagai seorang petani, ia sangat mencemaskan keberlangsungan sawahnya. Air sungai yang tercemar kini tidak lagi bisa digunakan untuk irigasi. “Sudah lima hari airnya begini, baunya menyengat sekali. Kami tidak berani menyedot airnya dengan mesin diesel. Kalau air kotor dan berminyak begini dipaksakan ke sawah, padi-padi kami bisa mati,” keluh Wiwi dengan nada cemas.
Lebih lanjut, Wiwi menyebutkan bahwa peristiwa memilukan ini bukan pertama kalinya terjadi. Menurut catatannya, krisis lingkungan di Sungai Ciujung ini seolah menjadi siklus dua tahunan yang terus berulang tanpa solusi permanen. “Saya sudah lihat kejadian seperti ini sekitar tiga kali, biasanya tiap dua tahun sekali. Katanya sih karena limbah, tapi tidak tahu pasti dari mana,” tambahnya.
Respons Otoritas Terkait
Menanggapi laporan tersebut, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) memberikan respons awal. Kepala BBWSC3, Dedy Yudha, mengakui pihaknya baru mengetahui kabar tersebut melalui laporan visual yang dikirimkan oleh awak media. Setelah meninjau foto-foto kondisi air di lapangan, Dedy memberikan indikasi awal yang cukup serius.
“Melihat kondisinya, sepertinya memang terjadi pencemaran,” ujar Dedy singkat saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini sungai tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berjanji akan segera mengambil langkah tegas. Kepala DLH Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menyatakan akan segera menerjunkan tim penegakan hukum (Gakkum) untuk menginvestigasi sumber pencemaran di Sungai Ciujung.
“Kami akan segera tindak lanjuti, tim Gakkum akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” tegas Wawan. Langkah investigasi ini diharapkan dapat mengungkap dalang di balik pencemaran yang terus berulang dan memberikan kepastian hukum bagi warga di Kabupaten Serang yang terdampak langsung oleh krisis lingkungan ini.