Ikuti Kami
kabarmalam.com

Inggris Ambil Langkah Ekstrem: Keir Starmer Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 15 Jun 2026 17:35 WIB
Inggris Ambil Langkah Ekstrem: Keir Starmer Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Kabarmalam.com — Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer baru saja mengguncang jagat digital dengan kebijakan yang sangat tegas. Dalam sebuah pengumuman yang mencuri perhatian publik internasional, Starmer secara resmi menyatakan bahwa anak-anak yang belum genap berusia 16 tahun akan dilarang total untuk mengakses berbagai platform media sosial utama.

Keputusan besar ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Starmer menegaskan bahwa langkah drastis ini adalah bentuk intervensi pemerintah demi menjamin keselamatan dan kebahagiaan generasi muda di Inggris. Ia percaya bahwa lingkungan digital saat ini telah berubah menjadi medan yang cukup berisiko bagi perkembangan psikologis anak-anak.

Prioritas pada Kesehatan Mental dan Keselamatan

“Pemerintahan selalu berbicara tentang pilihan, dan bagi saya, pilihan yang paling tepat saat ini adalah menerapkan larangan penuh,” ujar Starmer dalam sebuah konferensi pers di London sebagaimana dikutip dari laporan Sky News. Ia menyoroti fenomena di mana platform digital sering kali menjadi ruang tumbuh suburnya pelecehan, kekerasan, hingga konten berbahaya yang merusak kesehatan mental anak.

Baca Juga  Dendam Membara di Jombang: Sakit Hati Karena Diusir, Seorang Kakek Nekat Bakar Toko Grosir

Starmer menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan celah atau kompromi jika menyangkut masa depan anak-anak. Menurutnya, paparan terhadap algoritma yang adiktif dan interaksi dengan orang asing yang tidak terfilter merupakan ancaman nyata yang harus dihentikan melalui kebijakan digital yang mengikat secara hukum.

Cakupan Platform dan Pengawasan Ekstra

Meskipun fokus utamanya adalah aplikasi media sosial arus utama, Starmer juga memberikan peringatan kepada pengembang produk digital lainnya yang tidak masuk dalam kategori larangan menyeluruh, seperti platform game online. Ia menuntut agar ekosistem permainan digital memperketat sistem keamanan mereka, terutama dalam mencegah komunikasi antara anak-anak dengan orang asing.

Menanggapi keraguan mengenai efektivitas aturan ini—mengingat kecerdikan anak-anak dalam mencari celah teknologi—Starmer bergeming. Ia mengakui kemungkinan adanya upaya untuk menghindari aturan tersebut, namun hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk bersikap pasif.

Baca Juga  Gebrakan Diplomasi Indonesia: Presiden Prabowo Boyong Maung Garuda ke KTT ASEAN Filipina

Belajar dari Australia dan Proyeksi ke Depan

Langkah Inggris ini ternyata terinspirasi dari kebijakan serupa yang telah lebih dulu diperkenalkan di Australia. Keir Starmer mengungkapkan bahwa kabinetnya telah melakukan studi mendalam dan belajar dari pengalaman negara-negara lain yang berani mengambil posisi kontra terhadap raksasa teknologi demi perlindungan anak.

Jika rancangan undang-undang ini berhasil melewati meja parlemen tanpa hambatan berarti, maka Inggris diprediksi akan mulai menerapkan restriksi akses media sosial ini secara efektif pada musim semi tahun 2027 mendatang. Tujuan akhirnya jelas: memberikan anak-anak lebih banyak ruang untuk tumbuh tanpa tekanan dunia maya, lebih banyak waktu berkualitas di dunia nyata, serta keamanan yang lebih terjamin selama masa pertumbuhan mereka.

Baca Juga  Intelijen Inggris Beri Peringatan Keras: Rusia Berpotensi Serang NATO pada 2030
Tentang Penulis
Husnul
Husnul