Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ketegangan di Al Dhafra: Serangan Drone Picu Kebakaran di Area PLTN Barakah UEA, PBB Bereaksi Keras

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 17 Mei 2026 21:34 WIB
Ketegangan di Al Dhafra: Serangan Drone Picu Kebakaran di Area PLTN Barakah UEA, PBB Bereaksi Keras

Kabarmalam.com — Langit di wilayah Al Dhafra, Abu Dhabi, mendadak mencekam setelah sebuah insiden keamanan serius dilaporkan melanda salah satu aset vital Uni Emirat Arab (UEA). Sebuah serangan pesawat tanpa awak atau drone dilaporkan telah memicu kobaran api di area generator listrik yang berada di luar perimeter bagian dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (17/5/2026) tersebut langsung memicu respons cepat dari otoritas setempat. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran publik, Kantor Media Abu Dhabi memastikan bahwa kebakaran tersebut berhasil dijinakkan tanpa adanya laporan korban luka. Yang paling krusial, pihak berwenang menjamin tidak ada dampak negatif terhadap tingkat keselamatan radiologi di lokasi tersebut.

Stabilitas Energi Nasional Tetap Terjaga

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah bukan sekadar fasilitas biasa. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2020, pembangkit yang berlokasi sekitar 200 kilometer di sebelah barat ibu kota ini merupakan tulang punggung energi bagi UEA, dengan kontribusi mencapai seperempat dari total kebutuhan listrik negara tersebut. Keberadaannya menandai tonggak sejarah sebagai negara Arab pertama yang berhasil mengoperasikan pembangkit nuklir secara komersial.

Baca Juga  UEA Putuskan Hengkang dari OPEC, Kemlu RI Pastikan Hubungan Bilateral Tetap Kokoh

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) memberikan penegasan bahwa keselamatan nuklir di Barakah tetap berada dalam kondisi prima. “Seluruh unit tetap beroperasi normal. Kebakaran tersebut tidak memengaruhi integritas sistem utama maupun kesiapan operasional pembangkit,” jelas perwakilan FANR dalam pernyataan resminya. Langkah-langkah preventif tingkat tinggi pun langsung diterapkan guna mengantisipasi serangan susulan.

Peringatan Serius dari Dunia Internasional

Aksi militer yang menyasar area fasilitas nuklir ini memicu gelombang kecaman global. Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini. Melalui pernyataan di media sosial X, Grossi menegaskan bahwa setiap aktivitas militer yang mengancam keselamatan infrastruktur nuklir sama sekali tidak dapat dibenarkan dan sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Baca Juga  Skandal Kuota Haji: Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Terkait Aliran Dana dan Peran Forum SATHU

Kecaman ini muncul di tengah situasi konflik Timur Tengah yang masih bergejolak. Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan setelah rentetan serangan balasan yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut sejak awal tahun.

Awan Gelap Geopolitik di Balik Serangan

Meskipun otoritas UEA belum secara eksplisit menyebutkan pihak mana yang bertanggung jawab atas peluncuran serangan drone tersebut, spekulasi tertuju pada dinamika hubungan dengan Teheran. Beberapa waktu terakhir, UEA memang sempat menuding adanya keterlibatan pihak luar dalam serangan yang menyasar infrastruktur ekonomi dan energi mereka.

Ketegangan ini bermula dari pecahnya perang yang lebih luas pada akhir Februari lalu, yang menyeret nama Amerika Serikat dan Israel. Iran menuduh negara-negara tetangga di Teluk memberikan izin bagi pasukan AS untuk beroperasi dari wilayah mereka, sebuah klaim yang telah dibantah keras oleh UEA. Meski sempat ada angin segar melalui gencatan senjata pada 8 April, mandeknya jalur diplomasi membuat serangan sporadis semacam ini tetap menjadi ancaman nyata bagi stabilitas energi dan keamanan internasional.

Baca Juga  Mediasi Berujung Buntu, Aksi Tetangga Siram Air ke Jamaah Salat di Tangerang Kembali Memanas
Tentang Penulis
Husnul
Husnul